Arsip

Posts Tagged ‘Persahabatan’

Kriteria Sahabat Baik dan Sahabat Buruk

Agustus 30, 2010 4 komentar

Kriteria sahabat baik bagiku adalah

  • seorang teman yang mampu membantu di dalam berbagai cara
    1. ia melindungi temannya yang lengah
    2. ia melindungi barang berharga temannya yang lengah
    3. apabila ada bahaya, ia dapat memberikan perlindungan
    4. apabila ada suatu pekerjaan yang akan dilakukan, ia membantu dengan menawarkan lebih banyak bantuan daripada yang diminta
  • seorang teman yang mempunyai rasa simpatik di dalam suka maupun di dalam duka
    1. ia membuka hal2 rahasia mengenai dirinya kepada temannya
    2. ia menjaga rahasia temannya, dan tidak membiarkan bocor
    3. ia tidak meninggalkan temannya pada saat temannya sedang mengalami banyak kesusahan
    4. ia mungkin bahkan mengorbankan hidupnya demi temannya Baca selanjutnya…
Iklan

Persahabatan lebih dari sekedar Cinta

Persahabatan itu juga sebuah bentuk cinta, hanya saja dilengkapi oleh pengertian. Friendship is love, with understanding. Anda tentu pernah dengar bahwa cinta itu buta. Oleh karenanya, cinta bisa menghilangkan objektivitas, menggiring kita untuk berlaku tidak adil, termasuk kepada diri sendiri.

Persahabatan juga mirip-mirip sebenarnya. Seorang sahabat sejati, akan membela kita, apapun ceritanya. Tetapi bukan karena persahabatan itu buta seperti cinta. Ia hanya memilih menutup mata. Artinya, pilihan sikap itu dibuat dengan kesadaran.

Kemudian, cinta hampir selalu dicampuri oleh rasa ingin memiliki, bahkan menguasai. Padahal, sebuah hubungan yang sehat, Baca selanjutnya…

Persahabatan..

Maret 12, 2009 Tinggalkan komentar

Dalam perang dunia yang kedua, terdapat dua orang pemuda yang merupakan sahabat karib satu dengan yang lain. Setelah mengalami pertempuran yang amat dahsyat hari itu, salah seorang pemuda itu baru mengetahui bahwa kawan akrabnya belum kembali dari medan pertempuran hari itu. Ia tahu bahwa kawannya itu pasti masih tertinggal terluka di daerah tak bertuan. Ia kemudian minta ijin kepada komandannya agar ia boleh mencari kawannya di daerah itu.

Komandannya menjawab tidak ada gunanya untuk mencari kawannya, karena boleh dipastikan bahwa ia sudah mati setelah terluka dan harus berada di tengah-tengah pertempuran yang sengit selama satu hari lamanya. Tetapi pemuda itu terus mendesak dan akhirnya komandannya memberikan ijin kepadanya. Baca selanjutnya…