Archive

Posts Tagged ‘Kebijaksanaan’

Being Happy is The Priority of Living

Januari 10, 2011 4 komentar

Bangun2, kakiku pegel, dibuat jalan malah sakit. 

Tapi mau ga mau harus tetep berangkat ke kantor, apalagi karena dibangunin someone, jadi ngerasa dapet semangat buat hidup.

Ok, bukan itu topik hari ini. Aku mau bahas tentang Being Happy is The Priority of Living. Why? Sebenarnya apa sih tujuan hidup kita saat ini, ingin jadi orang kaya? jadi orang terkenal kayak Om Gayus?

Boleh2 aja mau jadi seperti itu, tapi coba baca cerita ini. Pengarangnya unknown, jadi kusadur bebas aja. Bacanya dari slide show dapet download dari internet. Baca selanjutnya…

Reaksi Kita Menghadapi Kritik

Januari 3, 2011 2 komentar

Setiap orang normalnya senang mendapat pujian. “Wah kamu rajin sekali ke gereja..” tentu wajah kita akan berseri-seri mendengar ucapan itu. Atau saat mamah kita memuji IPK kita, “Wah IPK mu tinggi ya, anak mamah emang pandai..”

Tapi lain halnya jika kita mendapat kritikan, kita tidak mudah untuk berlapang dada.. misalnya, ada teman yang bilang, “kamu kok gak ke gereja hari ini??” atau “IPKmu kok cuma segitu”.. tentunya kita akan marah2..

Ada beberapa tanggapan dari kita jika mendapatkan kritikan (kita semua pasti akan termasuk salah satu diantaranya)

1. reaksi pertama yang paling gampang dan paling sederhana adalah bila dikritik kita berlagak pilon dan berlagak bodoh .. misalnya, ada teman yang bilang, “kamu kok gak ke gereja hari ini??”, kita akan bilang “emang ada acara apa toh hari ini??” yahh pokoknya kita akan berlagak pilon.. atau misalnya, ada teman yang bilang “IPKmu kok cuma segitu”, respon kita “IPK segitu udah bagus, tauuuuu”

2. reaksi kedua adalah bila dikritik kita marah-marah .. misalnya, ada teman yang bilang, “kamu kok gak ke gereja hari ini??”, kita akan bilang “emang apa urusanmu, terserah aku dong mau ke gerjea atau nggak” yahh pokoknya kita akan marah-marah sehingga pengkritik kita diam ^_^.. atau misalnya, ada teman yang bilang “IPKmu kok cuma segitu”, respon kita “Eh jangan sok tau ya, papaku bilang IPK segini sudah bagus”
Baca selanjutnya…

Percakapanku dengan Tuhan

Juli 17, 2010 6 komentar

Suatu malam di saat aku sedang mengerjakan tugas2 kantor yang kubawa pulang, tiba2 terdengar suara Tuhan.

TUHAN : Kamu memanggilKu?

AKU : Memanggilmu? Tidak… Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi produktifitas
memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu.

AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya. Sebenarnya,saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku ngobrol seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.

AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit? Baca selanjutnya…

Who Moved My Cheese?

Juni 7, 2010 2 komentar

Who Moved My Cheese? mengisahkan 4 karakter tokoh, Sniff, Scurry, Hem, dan Haw yang mencari cheese di Maze yaitu suatu labirin yang gelap dan sering menyesatkan. Sniff, si tukang endus dan Scurry, si tukang lacak mulai berlari cepat menyusuri lorong. Dengan menggunakan instingnya, mereka memilih metode trial and error. Sering kali mereka tersesat ke jalan yang salah, tapi mereka terus mencoba mencari jalan yang lain. Sedangkan Hem dan Haw dengan kemampuan berpikir dan belajarnya juga berusaha mencari cheese yang lezat. Akhirnya keempatnya menemukan tumpukan cheese di suatu tempat bernama Cheese Station C. Mereka sangat bersuka cita dan mulai menikmati kelezatan Cheese tersebut sepuasnya. Setelah itu, setiap hari mereka rutin mengunjungi Cheese Station C. Sniff dan Scurry selalu bangun pagi menuju tempat itu, melepas sepatu, mengikat keduanya dan menggantungkan di lehernya, dan sebelum menikmati cheese, mereka memeriksa tempat itu apabila ada perubahan. Hem dan Haw mula-mula juga selalu bangun pagi namun lama kelamaan karena mereka sudah tahu jalan menuju cheese itu, mereka mulai bangun siang dan berjalan santai. Hem dan Haw merasa bahagia dan puas dengan tempatnya yang baru sehingga mereka menjadi arogan. Baca selanjutnya…

Persahabatan..

Maret 12, 2009 Tinggalkan komentar

Dalam perang dunia yang kedua, terdapat dua orang pemuda yang merupakan sahabat karib satu dengan yang lain. Setelah mengalami pertempuran yang amat dahsyat hari itu, salah seorang pemuda itu baru mengetahui bahwa kawan akrabnya belum kembali dari medan pertempuran hari itu. Ia tahu bahwa kawannya itu pasti masih tertinggal terluka di daerah tak bertuan. Ia kemudian minta ijin kepada komandannya agar ia boleh mencari kawannya di daerah itu.

Komandannya menjawab tidak ada gunanya untuk mencari kawannya, karena boleh dipastikan bahwa ia sudah mati setelah terluka dan harus berada di tengah-tengah pertempuran yang sengit selama satu hari lamanya. Tetapi pemuda itu terus mendesak dan akhirnya komandannya memberikan ijin kepadanya. Baca selanjutnya…