Arsip

Posts Tagged ‘kebahagiaan’

Buah Kesabaran

Februari 28, 2011 8 komentar

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yang sedang baca koran…

“Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“Aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! …

Aku capek, sangat capek …..

Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…capek

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-teman ku, sedang teman – temanku seenaknya saja bersikap kepada ku… Baca selanjutnya…

Iklan

Kalau Laper ya Makan, Kalau Ngantuk ya Tidur

Januari 13, 2011 2 komentar

Bentar, mau nguap dulu karena ngantuk banget, semalem tidur jam 1an. ngantuk

Ok, sebenernya ga penting ngebahas kenapa tidur sampe malem. Bukan karena meditasi semaleman meditasitapi karena ..(ehem) Ya you know lah what i meant..malu (apaan sih?) Baca selanjutnya…

Being Happy is The Priority of Living

Januari 10, 2011 4 komentar

Bangun2, kakiku pegel, dibuat jalan malah sakit. 

Tapi mau ga mau harus tetep berangkat ke kantor, apalagi karena dibangunin someone, jadi ngerasa dapet semangat buat hidup.

Ok, bukan itu topik hari ini. Aku mau bahas tentang Being Happy is The Priority of Living. Why? Sebenarnya apa sih tujuan hidup kita saat ini, ingin jadi orang kaya? jadi orang terkenal kayak Om Gayus?

Boleh2 aja mau jadi seperti itu, tapi coba baca cerita ini. Pengarangnya unknown, jadi kusadur bebas aja. Bacanya dari slide show dapet download dari internet. Baca selanjutnya…

Reaksi Kita Menghadapi Kritik

Januari 3, 2011 2 komentar

Setiap orang normalnya senang mendapat pujian. “Wah kamu rajin sekali ke gereja..” tentu wajah kita akan berseri-seri mendengar ucapan itu. Atau saat mamah kita memuji IPK kita, “Wah IPK mu tinggi ya, anak mamah emang pandai..”

Tapi lain halnya jika kita mendapat kritikan, kita tidak mudah untuk berlapang dada.. misalnya, ada teman yang bilang, “kamu kok gak ke gereja hari ini??” atau “IPKmu kok cuma segitu”.. tentunya kita akan marah2..

Ada beberapa tanggapan dari kita jika mendapatkan kritikan (kita semua pasti akan termasuk salah satu diantaranya)

1. reaksi pertama yang paling gampang dan paling sederhana adalah bila dikritik kita berlagak pilon dan berlagak bodoh .. misalnya, ada teman yang bilang, “kamu kok gak ke gereja hari ini??”, kita akan bilang “emang ada acara apa toh hari ini??” yahh pokoknya kita akan berlagak pilon.. atau misalnya, ada teman yang bilang “IPKmu kok cuma segitu”, respon kita “IPK segitu udah bagus, tauuuuu”

2. reaksi kedua adalah bila dikritik kita marah-marah .. misalnya, ada teman yang bilang, “kamu kok gak ke gereja hari ini??”, kita akan bilang “emang apa urusanmu, terserah aku dong mau ke gerjea atau nggak” yahh pokoknya kita akan marah-marah sehingga pengkritik kita diam ^_^.. atau misalnya, ada teman yang bilang “IPKmu kok cuma segitu”, respon kita “Eh jangan sok tau ya, papaku bilang IPK segini sudah bagus”
Baca selanjutnya…

Atheis Pietis

September 30, 2010 Tinggalkan komentar

Tahun ini adalah tahun yang membingungkan buatku. Baru di tahun ini rasanya aku merasa musim kemarau datang hanya sesaat. Bahkan bulan Agustus yang biasanya terik menyengat, malah menjadi dingin menusuk. Apa lagi kami tinggal di kota dimana hujan turun dengan melimpah.

Setiap kali hujan, biasanya manusia cenderung ogah, mengkerut dan moody. Begitu pula dengan saya saat ini. Malam menjelang, namun hujan gerimis yang mengguyur bumi dari tadi sore masih tampak jumawa, enggan berhenti. Dan tiap kali hujan gerimis turun, aku merasakan kesenduan, keheningan dan kehilangan. Kehilangan akan seseorang yang begitu bermakna. Kehilangan yang tidak akan mampu ditebus lagi. Kehilangan akan seseorang yang begitu dirindukan. Ia bukan pacar. Ia bukan saudara atau kerabat. Ia hanya seorang yang datang sesaat dalam kehidupanku, dan menyapaku dalam caranya yang lugu, khas dan sederhana, namun dampaknya bagaikan hantaman puting beliung dalam kepalaku. Ia hanya seorang laki-laki tua sederhana.

Beginilah ceritanya: Baca selanjutnya…

Wawancara dengan Tuhan

Agustus 27, 2010 2 komentar

Suatu pagi seorang Wartawan Muda (WM) datang mewawancarai Tuhan (G).

WM: Slmt Pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit aku ingin bicara.

G: Ooo..waktuKU adlh KEKEKALAN, tdk ada masalah ttg Waktu. Apa pertanyaanmu?
Baca selanjutnya…

Kisah Menarik Ibu

Agustus 24, 2010 Tinggalkan komentar

Pada suatu sore, seorang ibu bersama anaknya yg telah menamatkan pendidikan tinggi duduk nenikmati sore, tiba2 seekor gagak hinggap di ranting pohon.

Ibu lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya, ‘nak, itu apa?’
‘burung gagak ibu’ jawab anak..
Si ibu mengangguk. Namun beberapa saat ibu kembali bertanya pertanyaan yg sama, si anak mengira ibunya kurang dengar, lalu diapun menjawab agak keras, ‘burung gagak ibu!’ sejenak kemudian ibu mash bertanya dgan pertanyaan yg sama. Baca selanjutnya…