Archive

Archive for the ‘Others’ Category

Butuh Pengisi Acara? Tentang IT, Life Trauma, Motivasi? Call Me

April 14, 2012 8 komentar

Hi all, kenalin nama saya Setiawan Aliong, biasa dipanggil Aliong, saya selama ini uda ngisi seminar baik dari skala kecil maupun menengah, temen2 bisa liat website pribadi saya

SetiawanAliong.com

Bagi temen2 yang ingin mengundang saya sebagai Motivator/Speaker/Trainer atau ingin konseling (sharing) permasalahan hidup anda secara pribadi dapat langsung menghubungi saya melalui

Call/SMS/Whatsapp 08995127045
Line : aliongz
Email mail@setiawanaliong.com

Bagaimana soal Fee?

Tenang, sangat bisa dinegosiasikan 😀

Lokasi?

Saya berada di Jakarta Barat, tapi jangan khawatir, saya menerima untuk Job di luar kota. Sedangkan untuk konseling, bisa tatap muka atau melalui media Phone or Messenger (BBM, YM, Line, Whatsapp, dll)

Oke segitu aja, kalau mau lebih detail tentang pengalaman2 saya, silahkan mengunjungi website saya SetiawanAliong.com

Kampus Nyaman, Hatiku Senang

April 29, 2010 6 komentar

Banyak faktor mengapa kebanyakan mahasiswa-mahasiswa sekarang lebih memilih pusat-pusat hiburan seperti game center atau mall daripada harus mengikuti pelajaran di kampus. Tidak bisa dipungkiri, alasan manusianya sendiri menjadi faktor utama dalam hal tersebut. Namun, jika kita terus saja menyalahkan manusianya, maka ya begitu-begitu saja tanpa menuju ke arah yang lebih baik.

Menurut pengalaman saya dulu sebagai salah satu mahasiswa di sebuah universitas swasta di Yogyakarta, tidak hanya faktor manusia yang paling berpengaruh, dibutuhkan sebuah sinergi antara mahasiswa tersebut dengan kampus sehingga terciptalah suasana kampus yang nyaman.

Di kota Yogyakarta sendiri, terdapat beberapa Perguruan Tinggi Terbaik, seperti Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Atmajaya Yogyakarta, dan Universitas Duta Wacana Yogyakarta. Masing-masing dari perguruan tinggi tersebut pastilah berupaya menjadi Perguruan Tinggi Idaman bagi masyarakat seluruh Indonesia, agar mau mendaftarkan putra-putri mereka ke perguruan tinggi tersebut.

Sebagai orang yang pernah merasakan bangku kuliah, saya ingin membagikan tips bagi perguruan-perguruan tinggi yang ada di Indonesia agar menjadikan perguruan tingginya menjadi Perguruan Tinggi Favorit Indonesia.

Pertama, ciptakanlah lingkungan yang bersih.

Sepintas hal ini terlihat sepele, namun pada dasarnya sifat dasar manusia itu suka dengan kebersihan. Jika tatanan kampus berantakan, bagaimana bisa mahasiswa betah di kampus.

Kedua, dosen harus mengerti.

Nah khusus buat para dosen, saya hanya menyarankan agar sebelum mengajar alangkah lebih baik, jika materi telah dipersiapkan, dipelajari, dan dimengerti terlebih dahulu. Dosen yang datang ke kelas hanya modal gelar sarjana kebanggaannya dan hanya modal pandai berbicara dapat membuat mahasiswa merasa enggan dan malas untuk masuk kuliah di pertemuan berikutnya.

Ketiga, dosen berperan penting, ciptakan humor.

Lagi-lagi, kata dosen muncul. Faktanya memang demikian, mahasiswa agar merasa lebih nyaman jika dosen akrab dengan mahasiswanya, terkadang menyampaikan materi kuliah dengan sedikit humor akan membuat mahasiswa merindukan masuk ke dalam tersebut. Tapi perlu diingat, jika lebih dari 50% adalah humor, lalu dimana ilmu yang didapat, tujuan kita kuliah adalah untuk menimba ilmu.

Last, but not least.. Fasilitas dan atau Teknologi..

Yup, fasilitas kampus haruslah memadai dan jika memungkinkan mengikuti perkembangan jaman. Fasilitas apa aja yang harus ada di kampus? Yang jelas fasilitas seperti toilet, kantin, tempat ibadah, perpustakaan itu harus ada. Nah selain itu semua, tambahkan teknologi di dalam kampus. Contohnya Lab Komputer Bebas yang bisa dipakai mahasiswa untuk mengakses internet, Jaringan Wi-Fi kampus yang terkoneksi internet.

Faktanya, kampus yang memiliki fasilitas internet akan lebih disukai mahasiswanya, biasanya mahasiswa lebih suka menikmati internet gratis di kampusnya daripada harus ke warnet dengan mengeluarkan uang.

Jika kampus nyaman, maka hatiku senang. 🙂

Artikel ini ditulis untuk mengikuti Lomba Blog UII.

My First Online experience Perkenalan …

My First Online experience

Perkenalan pertama dengan internet itu kuawali ketika aku masih SMA.

Saat itu aku dan beberapa orang temanku sedang mengikuti suatu lomba di kota Jepara, kebetulan pulang dari lomba, kami diajak makan oleh guru yang mengantar kami, dan sebelum kembali ke sekolah, guru kami mengatakan ingin mengecek email terlebih dahulu di warnet (kebetulan, di sekitar sekolah kami tidak ada warnet, kalaupun ada itu jaraknya jauh dan kecepatannya lambat)

Bersama guruku, aku seorang yang diajak masuk ke dalam bilik, dia lalu memasukkan namanya di billing dan kemudian membuka program (yang belakangan, aku tau itu adalah browser), dan memperlihatkannya padaku cara membuka email dan lain-lain. Karena aku sudah mengikuti pelatihan microsoft word yang diadakan di sekolah, aku tidak begitu buta menggunakan komputer.

Kemudian, aku keluar dari ruangan itu, dan menyewa satu bilik agar bisa berinternet. Dengan percaya diri, aku mengajak kedua orang temanku untuk ikut masuk ke dalam bilik agar melihat kalau aku bisa menggunakan internet.

Setelah masuk, aku dihadapkan oleh billing warnet, tanpa ragu, aku tulis namaku “setiawan” lalu Enter. Yup, desktoppun terbuka, pemandangan yang sama aku liat ketika aku sedang mengikuti pelatihan microsoft word di sekolah. hmm, dengan percaya diri, aku buka program yang persis sama dengan guruku tadi buka yaitu Internet Explorer.

Yummie.. Aku sudah masuk ke dunia internet, dan bangganya, aku menjadi orang terpandai di dalam ruangan itu, karena kedua orang temanku tidak mengerti apa-apa dengan internet. Kemudian aku jelaskan ke mereka, internet ini bisa menyimpan pesan seperti SMS (maksudku email, tapi itulah yang ada di pikiranku saat itu), mereka mendengarkanku dengan mengangguk-angguk. Lalu aku mulai kebingungan karena saat ingin mendemokan membuka email, aku lupa bagaimana masuk ke dalam situs itu. Yang aku tau, tadi guruku sudah disediakan textbox untuk mengisi sesuatu, sedangkan di hadapanku hanya ada news-news luar negeri (belakangan, baru kuketahui itu adalah default home dari browser).

Selama beberapa menit, aku mencoba mengingat-ingat apakah ada langkah yang kulewati sehingga di hadapanku tidak muncul textbox tersebut, kedua orang temanku terus bertanya, “abis ini gimana wan??”

Aku sudah benar-benar lupa dan malu dengan temanku jika harus bertanya guruku, maka aku bilang kepada mereka, “kayaknya yang bisa buat buka email cuma komputer disana deh, disini ga ada programnya.”

Aku langsung keluar dari bilik (tanpa klik stop pada billing), dan membayar ke warnet sejumlah uang hanya untuk membuka default home browser dan bercerita mengenai apa itu email (seperti SMS)..