Archive

Archive for the ‘Romantis’ Category

Lebih pentingin pacar atau kumpul dengan temen2?

Oktober 14, 2013 Tinggalkan komentar

Halo semuanya, kali ini topik yang ingin gw bahas adalah elo lebih mentingin janji yg udah dibuat dengan pacar atau mentingin ajakan kumpul dari temen2? Gw akhir2 ini seperti biasa, kerjaan gw yang dengerin curhatan dari client2, kali ini setelah mendapat ijin dari seorang client gw, gw mau share ke temen2 pembaca setia blog gw.

Sebut saja inisialnya “A”, nah si A yang berjenis kelamin disamarkan ini, punya pacar, kita sebut saja “B”. Situasinya adalah A sudah jadian lama dengan B. Dan mereka dah sering pergi bareng, nonton bareng, makan malam bareng dsb. Suatu hari, A janjian dg B mau pergi jalan-jalan bareng di weekend. OK, pahami dulu kondisinya.

A janjian dengan B mau jalan2 bareng di weekend nanti, catet!

Hari jumat tiba, lalu tiba2 temen2 A ngajakin kumpul2, reuni gitu bahasa kerennya. Kira2 kalo elo jadi A, apa yang harus elo lakuin? Apakah elo bakal tetep lebih mentingin pacar untuk jalan2 pas weekend nanti atau lebih penting kumpul dengan temen2??

Suatu jawaban yang mengejutkan dateng dari client gw, ternyata dia lebih memilih untuk kumpul dengan temen2nya. Huahahaha. Dan hal itu dia lakuin berkali-kali. And you know, finally pacarnya mutusin dia. Good job!

Dear guys, tau ga sih elo kenapa terkadang saat kita jadi A, kita lebih memilih untuk kumpul bareng temen2 ketimbang menghabiskan waktu tersebut dengan pacar kita sendiri?? Jawabannya so simple, why?? Soalnya kita merasa kalo pergi ma pacar itu udah sering, dan bisa dilakuin next time. Dan kalo pergi dengan temen2 (baca : banyak temen) itu merupakan hal yang sangat jarang. Betapa susahnya ngumpulin banyak orang kan untuk reunian.

Hellllaw. Sekarang gw balek, gimana perasaan elo kalau pacar elo lebih memilih kumpul dengan temen2nya ketimbang jalan ma elo? Elo terima? Sekali dua kali MUNGKIN iya. Tapi bagaimana kalo hampir tiap bulan, dia selalu mengorbankan quality time kalian untuk jalan2 dengan temen2nya? What should you do?? Elo mau bilang, klo cinta harus bisa menerima itu semua?? Well. Gw suka dengan jawaban itu, elo harus menerima itu semua kalo elo emang beneran cinta. Atau karena elo pernah gituin dia, so, dia akhirnya gituin elo juga. Who knows??

Yang gw mau tekanin, bagaimana solusinya, jika emang elo mau kumpul dengan temen2 elo, tapi elo sebenernya mau jalan ma pacar elo? Ini berlaku bagi cewe or cowo.

First, you should invite him/her to join dengan reunian elo. Ya ya, itu cara yang paling bagus, supaya reunian tetep jalan dan jalan ma pacar juga ga terabaikan. But why if ur boyfriend/girlfriend ga mau? Kalo dalam situasi ini, elo harus liat sikon, liat ekspresi pacar elo. Elo kan uda lama pacaran, jadinya harusnya udah tau dong ya, klo meskipun dia bilang iya iya, elo bakal tau klo dia sebenernya pengen elo jalan ma dia. Apalagi klo elo tau dia lagi bete, ada baiknya elo kurangin egois. Elo tau ga sih, dengan sesekali elo ngutamain dia ketimbang temen2nya, she/he feels so special. Dia seneng lho. Bukankah, making your boyfriend/girlfriend happy is your duty, isn’t it?

Second, kalo semisal nih ya, dia mengijinkan elo untuk pergi dengan temen2 elo, what should you do? harusnya elo tetep selalu care ke dia, entah tanya kabar lagi apa, udah makan belum, biar dia merasa diperhatikan meskipun elo lagi kongkow2 sama temen2 elo. Dan jangan lupa guys, kalo pacar elo misalnya lagi otw balek rumah, jangan lupa untuk selalu nanyain kabarnya, udah sampe atau belum. Give more attention mengenai hal ini yah!! Pacar elo bakal sedih kalo elo sampe nglupain keselamatan dia, untuk sampe di rumah atau belum. It’s not a must, but you should do that!

Yang berikutnya, kalo emang elo selalu nurutin kemauan dia, dan elo ga pernah boleh pergi dengan temen2, elo harus buru2 konsultasi hal ini ke gw, call/sms/whatsapp 08995127045 nanti elo bakal jadi salah satu client gw yang baru. Dan kita bisa discuss lebih lanjut about this. Intinya gini guys, saat elo pacaran, elo ga boleh tutup mata sepenuhnya tentang pacar elo. Saat2 pacaran itu, saatnya elo harus buka mata lebar2, elo mau terima atau kagak tuh sifat dan watak pacar elo. Nah kalo elo udah merit, It’s different story, elo sebaiknya tutup sebelah mata deh. Terima dia apa adanya.

Nah di akhir gw malah mau jelasin, hal apa sih yang ngebuat pacar kita bete kalo kita lebih mengutamakan kumpul dengan temen2? Nah ini yang gw mau jelasin lebih detail, sebenernya dalam setiap manusia itu ada harapan guys. Termasuk pacar elo, dia juga udah spare time untuk kalian, apalagi klo pacar elo tipe orang yang sibuk yah. Saat orang udah spare time untuk kita, artinya dia menginginkan kehadiran elo di waktu yang telah dia luangkan itu. Dan mungkin saja, dia udah menolak ajakan temen2nya juga dan bela2in mau jalan ma elo. Inget itu guys!!

Oke deh gw pikir itu aja yang gw mau share ke kalian guys. Kalo ada masukan, saran atau kritik, langsung layangkan ke email resmi gw mail@setiawanaliong.com atau contact gw langsung 08995127045. Thanks guys.

Masalah Belum Tentu Masalah Bagi Orang Lain

September 10, 2012 Tinggalkan komentar

26 Agustus 2012, kebetulan gua balek ke Jogja, dan mendapatkan sebuah karma baik untuk menjadi pembicara dhammasharing di Vihara Buddha Praba Jogja, gua sih nyuruh adik gua untuk foto beberapa biar gua jadiin PP gua di FB, eh ga taunya dia video juga, ya uda, gua upload deh ke youtube. Bukan video lengkap sih, cuma intermezo ajah, kalo mau lebih lanjut, atau mau ngundang gua jadi pembicara juga boleh, topiknya bebas yah, tentang kehidupan lebih spesifiknya, how to manage your problem dsb, contact me di 08995127045 (SMS/Telp/Whatsapp) atau Line (id : aliongz)

Bagi yang mau mengundang saya sebagai pembicara, dapat melihat posting berikut ini -> https://aliongz.wordpress.com/2013/01/21/motivator-trainer-speaker-counsellor-master-of-ceremony-mc/

Butuh Pengisi Acara? Tentang IT, Life Trauma, Motivasi? Call Me

April 14, 2012 8 komentar

Hi all, kenalin nama saya Setiawan Aliong, biasa dipanggil Aliong, saya selama ini uda ngisi seminar baik dari skala kecil maupun menengah, temen2 bisa liat website pribadi saya

SetiawanAliong.com

Bagi temen2 yang ingin mengundang saya sebagai Motivator/Speaker/Trainer atau ingin konseling (sharing) permasalahan hidup anda secara pribadi dapat langsung menghubungi saya melalui

Call/SMS/Whatsapp 08995127045
Line : aliongz
Email mail@setiawanaliong.com

Bagaimana soal Fee?

Tenang, sangat bisa dinegosiasikan 😀

Lokasi?

Saya berada di Jakarta Barat, tapi jangan khawatir, saya menerima untuk Job di luar kota. Sedangkan untuk konseling, bisa tatap muka atau melalui media Phone or Messenger (BBM, YM, Line, Whatsapp, dll)

Oke segitu aja, kalau mau lebih detail tentang pengalaman2 saya, silahkan mengunjungi website saya SetiawanAliong.com

Ayam atau Bebek? – Cacing dan Kotoran kesayangannya

Agustus 11, 2011 2 komentar

Cerita ini diambil dalam buku Cacing dan Kotoran kesayangannya (Ajahn Brahm), aku hanya ambil yang paling aku suka, yaitu Ayam atau Bebek.
Begini ceritanya, sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan
pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam.
Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka
mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”

“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti suara ayam.”

“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.

“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.

“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’, bebek itu ‘kuek! kuek!’ Itu
bebek, Sayang,” kata si suami dgn disertai gejala-gejala awal
kejengkelan.

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.

“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.

“Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari
menghentakkan kaki.

“Dengar ya! Itu a? da? lah? be? bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?” si
suami berkata dengan gusar.

“Tapi itu ayam,” masih saja si istri bersikeras.

“Itu jelas-jelas bue? bek, kamu? kamu?.”

Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami mengatakan sesuatu
yang sebaiknya tak dikatakannya.

Si istri sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam?.”

Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya,
dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya
dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara
ayam kok.”

“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

“Kuek! Ku ek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan
bersama dalam cinta.

Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang
peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka,
yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.
Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau bebek”?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi
prioritas kita. Banyak hal jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang
benar tentang apakah itu ayam atau bebek
. Lagi pula, betapa sering kita
merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan
ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang
direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek !

Tunggu Aku Di Jakarta – Baru Terasa, Sungguh Jahatnya ‘Jarak’

Kamu penggemar Sheila On 7? Ya, aku juga.

Tunggu aku di Jakarta, sebuah lagu dari album kedua Sheila On 7 yang bertajuk Kisah Klasik untuk Masa Depan ini akhir2 ini sering terdengar di sudut kamar kos di sebuah kota kecil dekat dengan Jogja. Coba tebak, siapa orang yang sering memutar lagu itu? Ya, tebakan kalian benar. Orang itu adalah aku. aku

Aku, jujur saja, awalnya tidak terlalu suka dengan lagu Tunggu Aku di Jakarta ini, aku lebih suka dengan lagu2 ngebeat Sheila On 7 seperti Sahabat Sejati, Seberapa Pantas dsb. Lagu ini seperti lagu numpang lewat ketika aku menyalakan winamp dengan mode shuffle. Tanpa kesan, just listening. musik

Sampai suatu hari . . . Aku merasa menemui titik balik dalam hidupku, ada seseorang yang mampu merubah pandanganku terhadap lagu ini. Lama2 aku mulai menikmati lirik demi lirik di lagu ini. Dan semakin hari, lirik2nya menjadi semakin nyata terjadi dalam kehidupanku, detail lagu tersebut semakin mengena di hatiku, videonyapun yang langsung kucari di Youtube, semakin menjadikan lagu ini sebagai soundtrack kehidupanku.

Kisah itu berawal pada tanggal 29 Juni 2010, ketika aku pertama kali bertemu dengan seseorang wanita, yang tak ku mengerti dan tanpa kusadari, sekarang telah menjadi bagian penting di dalam kehidupanku. Baca selanjutnya…

Persahabatan lebih dari sekedar Cinta

Persahabatan itu juga sebuah bentuk cinta, hanya saja dilengkapi oleh pengertian. Friendship is love, with understanding. Anda tentu pernah dengar bahwa cinta itu buta. Oleh karenanya, cinta bisa menghilangkan objektivitas, menggiring kita untuk berlaku tidak adil, termasuk kepada diri sendiri.

Persahabatan juga mirip-mirip sebenarnya. Seorang sahabat sejati, akan membela kita, apapun ceritanya. Tetapi bukan karena persahabatan itu buta seperti cinta. Ia hanya memilih menutup mata. Artinya, pilihan sikap itu dibuat dengan kesadaran.

Kemudian, cinta hampir selalu dicampuri oleh rasa ingin memiliki, bahkan menguasai. Padahal, sebuah hubungan yang sehat, Baca selanjutnya…

Gaji Minimal untuk Menikah

Juli 22, 2010 5 komentar

Mesti banyak orang yang berfikir, “Kalo nanti aku nikah, kira2 gajiku yang segini cukup kagak ya?”

Oke, sebelumnya kita akan buat survey secara garis besar aja..
Berikut adalah daftar pengeluaran standar bulanan setelah nikah.. Mungkin sangat membantu bagi orang yang mengalami “Financial Syndrome after Marriage”

Daftar anggaran bulanan (asumsi : disusun berdasarkan skala proritas, d isusun dengan sangat2 relatif, dan berdasarkan basic needs standar menengah ke bawah)

1. Makan

Dengan asumsi sekali makan adalah 5.000 (ini tidak berlaku di ibukota ya) Maka makan 3x sehari, kali 2 orang (karena ga mungkin kan makan sepiring berdua, itu hanya lagu, kawan), kali 30 hari adalah Rp 900.000

Tips
Jangan beli masakan yang uda jadi, usahakan masak sendiri di rumah..

2.Kontrakan

Dengan asumsi masih ngontrak a.k.a belum punya rumah sendiri, Maka dana untuk kontrakan sekitar 500.000/bulan
Baca selanjutnya…