Arsip

Archive for the ‘Persahabatan’ Category

Masalah Belum Tentu Masalah Bagi Orang Lain

September 10, 2012 Tinggalkan komentar

26 Agustus 2012, kebetulan gua balek ke Jogja, dan mendapatkan sebuah karma baik untuk menjadi pembicara dhammasharing di Vihara Buddha Praba Jogja, gua sih nyuruh adik gua untuk foto beberapa biar gua jadiin PP gua di FB, eh ga taunya dia video juga, ya uda, gua upload deh ke youtube. Bukan video lengkap sih, cuma intermezo ajah, kalo mau lebih lanjut, atau mau ngundang gua jadi pembicara juga boleh, topiknya bebas yah, tentang kehidupan lebih spesifiknya, how to manage your problem dsb, contact me di 08995127045 (SMS/Telp/Whatsapp) atau Line (id : aliongz)

Bagi yang mau mengundang saya sebagai pembicara, dapat melihat posting berikut ini -> https://aliongz.wordpress.com/2013/01/21/motivator-trainer-speaker-counsellor-master-of-ceremony-mc/

Butuh Pengisi Acara? Tentang IT, Life Trauma, Motivasi? Call Me

April 14, 2012 8 komentar

Hi all, kenalin nama saya Setiawan Aliong, biasa dipanggil Aliong, saya selama ini uda ngisi seminar baik dari skala kecil maupun menengah, temen2 bisa liat website pribadi saya

SetiawanAliong.com

Bagi temen2 yang ingin mengundang saya sebagai Motivator/Speaker/Trainer atau ingin konseling (sharing) permasalahan hidup anda secara pribadi dapat langsung menghubungi saya melalui

Call/SMS/Whatsapp 08995127045
Line : aliongz
Email mail@setiawanaliong.com

Bagaimana soal Fee?

Tenang, sangat bisa dinegosiasikan 😀

Lokasi?

Saya berada di Jakarta Barat, tapi jangan khawatir, saya menerima untuk Job di luar kota. Sedangkan untuk konseling, bisa tatap muka atau melalui media Phone or Messenger (BBM, YM, Line, Whatsapp, dll)

Oke segitu aja, kalau mau lebih detail tentang pengalaman2 saya, silahkan mengunjungi website saya SetiawanAliong.com

Ajahn Brahm Tour d’Indonesia 2012

Maret 4, 2012 2 komentar

Ajahn BrahmNamo Buddhaya, Salam Pencerahan untuk kita semua. Senang sekali rasanya saya dapat membagikan karma baik ini. Temen2 smua, tau dong dengan buku best seller yang berjudul Cacing dan Kotoran Kesayangannya? Tau siapa yang nulis? Yup, beliau adalah Ajahn Brahm.

Sedikit biografi tentang beliau, Ajahn Brahmavamso lahir di London tahun 1951. Beliau memandang dirinya sebagai seorang Buddhis saat berusia 17 tahun lewat buku Agama Buddha yang dibacanya saat masih sekolah. Beliau tertarik pada Agama Buddha dan meditasi yang telah berkembang ketika belajar Teori Fisika di Universitas Cambridge. Setelah menyelesaikan tingkatannya dan belajar selama 1 tahun, Beliau melakukan perjalanan ke Thailand untuk menjadi bhikkhu. Beliau ditahbiskan di Bangkok saat berusia 23 tahun oleh kepala biara Wat Saket dan selanjutnya menghabiskan 9 tahun untuk belajar serta berlatih Tradisi Meditasi Hutan dari Y.M. Ajahn Chah. Pada tahun 1983, beliau diminta untuk membantu mendirikan Biara Hutan dekat Perth, Australia Barat. Ajahn Brahm sekarang adalah kepala biara Bodhinyana dan direktur kerohanian pada Perkumpulan Buddhis Australia Barat.

Nah, beliau ini selain seorang Buddhis yang sedang menuju pencerahan juga memiliki keahlian dalam menyampaikan pesan2 dari Buddha Gautama lewat dalam sebuah cerita, postur, mimik pembawaannya sangatlah bagus. Kali ini, sebagai seorang Buddhis, saya merasa perlu untuk menyampaikan kabar gembira ini. Baca selanjutnya…

Ayam atau Bebek? – Cacing dan Kotoran kesayangannya

Agustus 11, 2011 2 komentar

Cerita ini diambil dalam buku Cacing dan Kotoran kesayangannya (Ajahn Brahm), aku hanya ambil yang paling aku suka, yaitu Ayam atau Bebek.
Begini ceritanya, sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan
pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam.
Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka
mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”

“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti suara ayam.”

“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.

“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.

“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’, bebek itu ‘kuek! kuek!’ Itu
bebek, Sayang,” kata si suami dgn disertai gejala-gejala awal
kejengkelan.

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.

“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.

“Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari
menghentakkan kaki.

“Dengar ya! Itu a? da? lah? be? bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?” si
suami berkata dengan gusar.

“Tapi itu ayam,” masih saja si istri bersikeras.

“Itu jelas-jelas bue? bek, kamu? kamu?.”

Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami mengatakan sesuatu
yang sebaiknya tak dikatakannya.

Si istri sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam?.”

Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya,
dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya
dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara
ayam kok.”

“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

“Kuek! Ku ek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan
bersama dalam cinta.

Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang
peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka,
yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.
Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau bebek”?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi
prioritas kita. Banyak hal jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang
benar tentang apakah itu ayam atau bebek
. Lagi pula, betapa sering kita
merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan
ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang
direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek !

Aku Sangat Salut denganmu Sahabat

Juli 27, 2011 3 komentar

Catatan Diary ku : 06 April 2009

Demikianlah yang kudengar, suatu hari aku menelpon salah seorang sahabat lamaku, sekarang dia kuliah pada jurusan teknik informatika di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Jakarta. Hmm, sebuah obrolan lama yang mengasyikkan, aku lupa berapa lama kami mengobrol..

Dari pembicaraan kami, aku terharu melihat perjuangan hidupnya. Dia adalah seseorang yang mempunyai semangat yang tinggi. Aku sempat terkejut ketika dia menceritakan sesuatu padaku. Keluarganya sedang mengalami masalah ekonomi. Dia sekarang kuliah dengan biaya hidup sendiri. Di pagi hari dia kuliah, siang hari dia harus memberi les untuk anak2 SMP yang berada di sekitar kosnya, dan malam hari dia harus berdiri 6 jam untuk menjaga sebuah toko.

Bahkan aku terharu dan tak kuasa meneteskan air mata. Dia orang yang sederhana, dia tidak pernah memikirkan kehidupan ini dengan “muluk-muluk”, dia tidak memikirkan gadget apa yang harus dia miliki, dia tidak memikirkan apakah HPnya berkamera megapixel, apakah ada musik player yang selalu mengalung di lehernya dengan kualitas bass yang mantap, bahkan diapun tak berani berkhayal untuk berlibur ke bali sekedar mengisi liburan.. Baca selanjutnya…

Pelajaran Film 3 Idiot

Maret 20, 2011 Tinggalkan komentar

Bagi yang selama ini memandang sebelah mata film2 india, nampaknya harus nonton film yang satu ini dulu, biar ga terperangkap dalam pikiran kalau film india itu identik dengan cewek yang joget2 di balik pohon, atau polisi yang datangnya selalu ketika sang pahlawan sudah mengalahkan penjahatnya. Tonton 3 Idiot dulu deh, baru lanjut komentarnya.fufufu Baca selanjutnya…

Kalau Laper ya Makan, Kalau Ngantuk ya Tidur

Januari 13, 2011 2 komentar

Bentar, mau nguap dulu karena ngantuk banget, semalem tidur jam 1an. ngantuk

Ok, sebenernya ga penting ngebahas kenapa tidur sampe malem. Bukan karena meditasi semaleman meditasitapi karena ..(ehem) Ya you know lah what i meant..malu (apaan sih?) Baca selanjutnya…