Beranda > Curhat Gue > Selamat Jalan, Sahabat Terbaikku..

Selamat Jalan, Sahabat Terbaikku..

#heyReaders Hello Readers, kali ini gw lagi sedih, gw telah kehilangan salah satu sahabat terbaik gw. Gw kenal dia sewaktu kuliah, dia seorang pria yang ulet dan tekun belajar. Gw banyak belajar dari sosok sahabat gw ini, menjalani hidup itu harus sederhana, sesederhana ketika dia memainkan gitarnya di tengah kesunyian malam. Gw dengan dia, bukanlah teman dari kecil, bukan teman karena dekat rumah, kita berteman karena kami memilih untuk berteman.

Gitar Kenangan

Awal kuliah, sebenernya gw tau dia, tapi gw ga gitu deket dengan dia, sebatas hanya tau. Toh selain kami kuliah di universitas yang sama, kami juga tinggal 1 kos yang sama. Kami jarang menyapa, kami hanya sebatas kenal. Kedekatan kami dipertemukan oleh seorang teman kuliah yang lain, di situlah kami mulai dekat, dan seiring berjalannya waktu, kami bersama teman-teman yang lain membentuk suatu perkumpulan tersendiri.

Jika readers tau lagi Sheila on 7 – Sahabat Sejati, liriknya tak jauh beda dari persahabatan kami.

Sahabat Sejatiku
Hilangkah Dari Ingatanmu
Di Hari Kita Saling Berbagi
Dengan Kotak Sejuta Mimpi
Aku Datang Menghampirimu
Kuperlihat Semua Hartaku

Kita S’lalu Berpendapat
Kita Ini Yang Terhebat
Kesombongan Di Masa Muda Yang Indah
Aku Raja Kaupun Raja
Aku Hitam Kaupun Hitam
Arti Teman Lebih Dari Sekedar Materi

Hidup itu hanya dipenuhi oleh 2 hal yaitu pertemuan dan juga perpisahan. Begitu juga dengan kami. Pertemuan kamipun harus diakhiri seiring dengan kelulusan gw yang mendahului dia. Meski begitu, gw tetap keep contact dengan dia, bagi gw, dia adalah sosok sahabat yang baik, bahkan beberapa kali gw nginep di rumahnya. Sering kali ketika gw pulang kampung, gw mampir untuk istirahat di rumah dia, karena memang kebetulan, rumah gw ngelewatin rumah dia.

Readers, pernah ga kalian, punya temen baik? Tau bagaimana rasanya ketika kita bisa ketemu dengan dia lagi, menyenangkan tentunya. Sama seperti gw, ketika gw pindah kerja di Jakarta dan bisa bertemu dengan dia di Jakarta, tentunya gw merasa tidak sendirian lagi di Jakarta. Kami sering bertukar pikiran, memang jarang bertemu atau hangout bareng temen2 yang lain, tapi gw berusaha setiap kali gw pergi dengan temen2 yang lain, gw ngajakin dia. Hmm, tapi dia adalah sosok yang gigih, dan ulet seperti yang gw bilang, dia selalu ga bisa ikutan hangout atau sekedar ngumpul ngopi2, dia terlalu sibuk dengan dunia kerjanya, bahkan tidak jarang gw menerima kabar dia pergi ke luar negeri.

Motor Sport

Tapi, Jumat 22 Agustus 2014 kemarin … Gw tak tahan meneteskan air mata, dia sudah tiada lagi, takkan ada lagi orang yg mengajari bermain gitar kembali, bahkan dia pun tak sempat nglihat cara gw mengendarai motor sport gw, seperti apa yang udah dia ajarin ke gw. Selamat Jalan, Sahabat Terbaikku.. Semoga di “Kehidupanmu yang Baru” kamu bahagia..

Dalam dunia ini, ada 2 jenis saudara :

Yang pertama, saudara karena silsilah keluarga. Dan yang kedua, adalah sahabat, saudara yang kita pilih sendiri.

Dan engkau tetap menjadi sahabatku, kenangan bersamamu takkan perlu kulupa. Sekali lagi, Selamat Jalan, Sahabat Terbaikku..

Best Friend

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: