Beranda > Curhat Gue, Kebijaksanaan, Kehidupan, Kesuksesan, Persahabatan > Kalau Laper ya Makan, Kalau Ngantuk ya Tidur

Kalau Laper ya Makan, Kalau Ngantuk ya Tidur

Bentar, mau nguap dulu karena ngantuk banget, semalem tidur jam 1an. ngantuk

Ok, sebenernya ga penting ngebahas kenapa tidur sampe malem. Bukan karena meditasi semaleman meditasitapi karena ..(ehem) Ya you know lah what i meant..malu (apaan sih?)

Sesuai topik ngeblog kali ini yaitu kalau laper ya makan, kalau ngantuk ya tidur (itu bukan topik kali, itu judul) – maaf

maaf

Ga usah banyak cing cong, langsung kita bahas nyok. Jadi apa sih yang kumaksud dengan pernyataan di atas. Gini2, berawal dari obrolanku dengan seorang kawan. Hidupnya rumit sangat. Harus terus menerus hidup dalam kebohongan. (Tulisan ini sudah seijin dia ya, aku uda ngomong kalau sedikit kisahnya mau kublogkan) Hehe.. Thanks kawan..thanks

First, dia terlahir sebagai anak orang cukup. Itu uda merupakan kemudahan kawan. Kamu seharusnya bersyukur. (semoga dia baca tulisan ini) Berikutnya, dia terlahir sebagai orang yang sangat cantikhmm , dan lagi2 seharusnya dia bersyukur.. Tapi namanya juga manusia, selalu aja liat ke atas.. Jadinya rasa syukurnya terkikis, yang ada hanya mengeluh..hmm

Ok, itu adalah kelebihan dia yang dia tidak syukuri, lalu kenapa aku sebut dia hidup dalam kebohongan, ya karena dia membohongi diri sendiri. Point ini aku ga bisa detailkan. Ini rahasia dia. (kalau kamu liat tulisan ini kawan, ubah cara berpikirmu, buat hidupmu lebih bermakna. Jangan terus2an mengingini hal2 yang sebenarnya bukan jadi tujuan utamamu)

Tulisan ini, aku dedikasikan untuknya. Tetep semangat sahabatku.

Hidup itu sederhana kalau aku bilang, kalau laper ya makan, kalau ngantuk ya tidur.top

 

  1. Januari 14, 2011 pukul 12:03 pm

    betull….
    diatas langit masih ada langit..
    *apa hubungannya ya*
    gini aja dh, kalo liat keatas mulu ntar kalo kita uda tinggi jatoh sakit deh..
    *apa hunbungannya juga*
    iya..
    soalnya kalo liat keatas terus gak tau apa yang dibawah,nah kalo jatoh gak liat bawah padahal bawahnya jauh, kan sakit..
    pokoknya betul tu, bersyukur aja selaluu always tak pernah never..
    *splaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk, cukup, dieeeeeeemmmmmmmmmmmm111111111111*
    hehe, *cengengesan*..
    kayak anak autis aja ya aku ni..

    • Januari 15, 2011 pukul 4:25 pm

      wakakaka.. cara menyampaikan komenku aku suka.. gaya bahasa kita ternyata cukup mirip.. jangan2 wajah kita mirip (lho?) hmm, bukan wajah kali yang mirip, tapi koleksian kita mirip.. jadi kita bisa tuker2an kado kalau waktu ultah.. atau waktu lagi helowin, atau waktu –_– Ok stop, ngelanturnya kejauhan..

      ya bener, di atas langit masih ada langit.. kata demasip, syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: