Beranda > Curhat Gue, Info, Kehidupan, Tips > Kenapa wanita selalu berpikir kalau putih itu cantik?

Kenapa wanita selalu berpikir kalau putih itu cantik?

Perempuan IndonesiaAku lagi berpikir, temen2ku, adikku, cicik2ku, kok ya selalu berpikir bahwa untuk menjadi cantik haruslah berkulit putih. Kata mamaku, duluuuu, hmm ya ga dulu2 amat sih, mungkin sekitar tahun 80-an sampai tahun 90-an, perempuan2 indonesia tuh terkenal dengan perempuan berkulit hitam manis, sawo matang, dan kuning langsat.

Ya, kalau kalian masih menemukan majalah tahun jebot, taun 90an gitu (pernah ga sengaja, bersih2 rumah, nemu majalah taun 90an, yang dimana ada kuis berhadiah dengan mengirimkan bungkus suatu produk mie instan -tau kan dulu mie instan apa yang paling laris- bisa memenangkan sebuah rumah dengan harga 7 juta – WTF!!), silahkan kalian liat, banyak banget, dan bahkan di hampir semua media baik tulisan maupun media audio visual juga dikatakan seperti itu, perempuan indonesia yang berkulit hitam manis atau sawo matang atau juga kuning langsat.

Tapi… Beberapa tahun belakangan ini, entah siapa yang memulai, otak dan pikiran bangsa kita dipengaruhi sedikit demi sedikit, hingga akhirnya melekat, terpatri erat di otak kita, sebuah dogma yang mengatakan bahwa perempuan yang cantik itu harus berkulit putih.. Dan penanaman pemikiran ini diiringi oleh gencarnya iklan2 produk pemutih kulit..

So, sangat terlihat jelas ada permainan kepentingan. Entah itu kepentingan produsen produk kosmetik pemutih kulit atau kepentingan kelompok2 tertentu yang memang merasa senang kalau perempuan2 indonesia sibuk merasa resah dengan kulit aslinya yang dianugerahi kulit berwarna lebih gelap oleh Tuhan sebagai pelindung dirinya di negara tropis ini.

Lihat sekarang2 ini, di media televisi, iklan2 di jalan raya, sepertinya perempuan2 indonesia mengimani bahwa mereka tidak akan cantik bila tidak berkulit putih. Demikian juga dengan laki2nya, mereka jadi korban model2 iklan pemutih kulit yang tampak terlihat sempurna, putih, langsing, mulus, tinggi, dan sejenisnya.

Padahal, kalau kita telaah lebih jauh lagi, perempuan itu cantik dengan semua yang dimilikinya, dengan kepribadiannya (meskipun ada cewek yang cerewet, suka marah2, keras kepala), dengan ahlak dan moralnya, dengan tutur katanya (yang melembut ketika kita berbicara lembut dengannya), dengan kecerdasannya. Cantik itu sangat luasssss, tidak sempit dan tertuju pada warna kulit. Jangan sampai kita terperdaya oleh racun pemikiran yang sempit seperti itu.

Kalau kita menengok ke negara2 di Eropa atau Amerika, cewek2nya malah pengen berkulit coklat, sampai niat banget untuk berjemur di bawah sinar matahari. Intinya, kita harus bersyukur dengan apa yang Tuhan telah berikan kepada kita, jangan mudah terperdaya oleh dogma iklan, jadilah perempuan yang punya pendirian dan selalu bersyukur, karena hanya rasa bersyukur yang bisa memuaskan keinginan untuk merasa bahagia.

  1. Baga
    November 13, 2012 pukul 5:11 am

    Lah, emang benar kan?? Putih itu bersih… Sesosok bidadari jg dgambarkan dgn warna kulit yg putih…
    Nah kalo org eropa ingin warna kulitnya coklat, itu karena kulit org eropa yg putih itu ad bintik2 merahnya, beda dgn kulit putih org asia yg putih bersih jg sehat. Tapi kalo aq lbh suka lihat cewe kulitnya yg kuning langsat, he he…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: