Beranda > Curhat Gue, Info > Pendapat Orang tentang DUGEM

Pendapat Orang tentang DUGEM

Beberapa hari ini, saya sering kali diajak berdiskusi dengan teman saya tentang dunia gemerlap atau dugem. Dugem adalah sebuah kegiatan yang menjadi gaya hidup orang-orang jaman sekarang, khususnya remaja, dimana mereka pergi ke sebuah tempat bernama diskotik untuk bersenang-senang dimalam hari setelah melepas lelah disiang hari.

Kebanyakan orang-orang modern akan menganggap orang yang tidak pernah dugem adalah orang kampungan dan ga gaul. Ok, mungkin memang seperti itu. Jika memang orang yang tidak dugem disebut orang kampungan, maka saya memilih menjadi orang kampungan saja.

Beberapa pengaruh negatif dari dugem :

1. Membuat seseorang masuk kedalam gaya Hedonisme

Hedonisme adalah sebuah gaya hidup dimana penganutnya berfikir kalau hidup adalah untuk bersenang-senang. Secara sadar atau tidak, Dugem menjerumuskan kita semua ke gaya hidup satu ini, Karena, kita semua tahu kalau kegiatan dugem ini dilakukan hanya untuk bersenang-senang, Menari-nari layaknya orang gila sambil mendengar musik yang bisa membuat sakit telinga ditemani cewek-cewek penghibur, membuat mereka lupa akan tantangan hidup didunia yang seharusnya dihadapi.

2. Menjerumuskan seseorang untuk berbuat dosa

Dugem bisa menjerumuskan kita kedalam dosa, karena disana, banyak sekali barang-barang yang dilarang oleh semua agama diseluruh dunia: Miras, Narkoba dan Kemaksiatan. Kebanyakan, orang-orang yang datang ke Diskotik pada awalnya menepis kalau mereka akan terjerumus. Awalnya mereka hanya meminum miras oplosan seteguk atau dua teguk. Namun, ini adalah awal dari keterjerumuan mereka. Dunia gemerlap selalu dikaitkan dengan Narkoba dan Kemaksiatan.   Mabuk adalah awal yang cemerlang untuk mengkonsumsi barang haram laiinya, bahkan menuju ke dalam perzinaan. Hal yang paling berbahaya adalah mereka akan melupakan Tuhan.

3. Dugem hanya menghambur-hamburkan uang orang tua kita

Tentu saja untuk bisa pergi ke Diskotik, seseorang memerlukan ongkos yang lumayan besar. Khususnya para remaja, mereka akan menggunakan uang pemberian dari orang tua mereka. Jika kita melihat di luar sana, jangankan untuk pergi ke diskotik, untuk makan saja, mereka harus banting tulang. Orang tua kita juga demikian, sangat tidak bijaksana jika kita menghambur-hamburkan uang orang tua kita untuk kegiatan yang tidak bermanfaat.

4. Dugem bisa mencoreng nama baik keluarga

Biasanya, mereka yang baru pulang dari Diskotik pasti akan pulang pada waktu pagi hari kerumah dengan keadaan teler (mabuk) akibat pengaruh alkohol berlebihan. Sadar atau tidak, ini bisa mencoreng nama baik keluarga mereka. Bila tetangga mereka melihat kelakuan mereka, pasti mereka bakal dicap sebagai orang yang katakanlah, berperilaku buruk. dan otomatis akan mencoreng dan membuat malu keluarga mereka.

Diskotik itu tempat dimana cuma ada 2 tipe manusia disana, yg diperdaya dan yang memperdaya. Sisanya hanyalah patung yg tidak bergerak dan tidak beraksi pada suasana tersebut (pegawai diskotik/club, bouncer, dll).

Yg diperdaya, semua indera-nya akan mati, pendengaran, penglihatan, penciuman dll, termasuk juga hatinya.. karena mereka di bawah pengaruh2 yg tidak betul. Makanya jangan heran banyak orang berantem atau cewek2 kehilangan keperawanan atau malah diperkosa disana atau sesudah dari sana.

Yg memperdaya, semua indera-nya berfungsi dengan baik, namun karena hatinya terdorong motivasi yg tidak betul, maka semua inderanya akan dipakai untuk memperdaya. memperdaya manas2in temennya untuk minum.

Mereka bilang ga gaul dan ga ngikutin trend klo ga clubbing, maaf saya cuma bisa ngomong, sekali lagi maaf… trend buat saya itu bisa hidup damai dan tidak membuat orang lain susah, bisa membahagiakan kedua orang tua saya, bisa membanggakan orang yang telah membiayai kuliah saya, bisa menjaga dan mengkuliahkan adik saya, itu udah cukup..

Saya menginginkan kehidupan yang sederhan, dan hanya mengandalkan kesetiaan dan kepercayaan untuk hidup di dunia ini, tempat seperti diskotik adalah tempat dimana kepercayaan dan kesetiaan dicabik2 seperti kertas dan dibakar dalam tungku. Jelas, saya tidak akan bisa hidup disana.. jadi untuk apa???

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: