Beranda > Curhat Gue, Love > Keperawanan, pentingkah?

Keperawanan, pentingkah?

Apakah virginitas merupakan hal mutlak yang harus dimiliki kaum hawa untuk menikah dengan pria idamannya kelak. Melihat dewasa ini, banyak perbedaan pendapat mengenai penting ataukah tidak, virginitas. Berikut adalah sepenggal percakapan antara seorang pria yang perjaka dengan seorang wanita yang sudah tidak perawan.

Sang Wanita: “Aku sudah sering dipeluk cowo lain”
Pria dengan hangatnya menjawab: “Dan aku adalah pria yang akan memelukmu dengan kasih”

Sang Wanita: “U R not my FIRST kiss”
Pria dengan senyumannya: ” And U R my First Kiss “

Sang Wanita: “Beberapa cowo pernah menjamah tubuhku”
Pria dengan sabarnya mengatakan: “Yang inginku jamah adalah hatimu, rasamu”

Sang Wanita: “Pernah ada cowo yang melihatku naked”
Pria itu menatapnya: “Dan aku melihatmu begitu polos, suci bersih tak bernoda”

Sang Wanita: “Aku pernah petting dengan mantanku”
Pria itu memeluknya dengan sabar: “Dan aku tahu, kau tak kan seperti itu lagi”

Sang Wanita menangis, terenyuh, dan berkata:
“Aku gakkan pernah pantas untukmu!! aku udah ga perawan!!”
Pria itu, menatapnya dalam, memeluknya, tersenyum dan berkata:
“Aku bukan mencintai keperawananmu, yang aku cintai adalah dirimu, sepenuhnya,…”


“You come to love not by finding the perfect person, but by seeing an imperfect person perfectly”

sumber penggalan cerita : kaskus

Iklan
  1. Ivan
    Juni 19, 2010 pukul 10:20 am

    Di dalam agama kepercayaan ku telah diterangkan kalo, seorang yang pe Zina akan mendapatkan Pasangan yang pe Zina pula. Jadi kalo dapat pasangan yang udah ga’ virgin, koreksi diri dulu… trus kalo mampu jalanin pernikahan wes jalan terus, dengan niat bersih untuk membina pasangan kita dan itu juga dianjurin.
    tapi kalo gua pribadi ga’ sanggup nahan sakit hati…
    karna gua mikir kayak gini ’emang sih pergaulan sekarang udah kebablasan, tapi masa sih dari sekian banyak wanita yang ada dibumi ini ga’ ada yang masih bisa menjaga harga dirinya…’
    aku bukan sok suci, tapi sampai saat sekarang aku masih bisa bersabar untuk tidak melakukan hal yang menodai kekasihku.
    mungkin akan terasa lebih indah jikalau itu terjadi pada malam2 setelah pernikahan ku…

    • Juni 19, 2010 pukul 5:48 pm

      ya sih bro, emang sulit jaman sekarang untuk mendapatkan pasangan yang masih ‘jernih’.. tapi aku sih whatever aja sih, yang penting setelah bersamaku nanti, dia harus bisa mengubahnya menjadi lebih baik..

  2. anda
    Juni 25, 2010 pukul 1:50 am

    terserah orang beranggapan apa ttg statment di atas, aku jg pernah denger, klo laki2 yg baik untuk perempuan yg baik2 n bgtu jg sebaliknya. tp semua kembali lg ke kehendak Allah, toh buktinya banyak wanita baik2 yg dinikahi lelaki bajingan & banyak jg wanita yg kurang baik tp menikah dgn laki2 yg super duper baik. Qt memang sejatinya menginginkan yg terbaik bg hidup qt, tp klw qt harus bersama dengan orang yg kurang baik tandanya Allah percaya bahwa qt sanggup untuk merubah pasangan menjadi lebih baik. Rajin2lah memperbaiki diri agar qt juga “Pantas” bersanding dengan pasangan yg baik

    • Juni 25, 2010 pukul 2:52 am

      thanks bro.. saya setuju dengan anda..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: