Beranda > Info, Jobs > Dilema Saat Resign

Dilema Saat Resign

Ada banyak hal yang membuat kita (karyawan) memutuskan untuk resign (berhenti dari pekerjaan). Apakah salah jika kita harus resign? Apakah itu melanggar etika?

Kenyataannya, hampir semua karyawan yang menginginkan resign, terkena dilema. Entah merasa tidak enak dengan atasannya, ataupun karena sudah merasa nyaman dengan pekerjaannya saat ini sehingga, ada rasa khawatir untuk pindah ke pekerjaan baru.

Menurut saya, resign itu adalah hak karyawan, jadi perusahaan juga tidak mempunyai hak untuk tetap mempertahankan karyawannya, kecuali ada kasus-kasus tertentu, seperti telah kontrak selama 2 tahun, atau karena tanggung jawabnya belum selesai, dan lain sebagainya.

Berikut adalah alasan resign yang sering dikemukakan oleh karyawan :

  1. Salary : Ini adalah alasan utama, orang ingin resign.🙂
  2. Fasilitas : Fasilitas juga penting, misalnya jika seorang karyawan IT, berilah fasilitas internet yang memadai. Contohnya sekarang ini, banyak programming yang membutuhkan internet untuk pemecahannya daripada harus membeli buku.
  3. Keluarga : Alasan ini juga sering muncul, misal karena keluarga jauh, dan ingin dekat bersama keluarga.
  4. Lingkungan Kerja : Semakin lingkungan kerjanya tidak nyaman, maka alasan untuk resign semakin tinggi.
  5. Pekerjaan itu sendiri : Pekerjaan yang berat atau malah terlalu ringan, juga membuat orang ingin keluar. Jika pekerjaan berat, dia akan stress karena susah untuk menyelesaikannya, namun jika pekerjaannya terlalu ringan, dia juga akan bosan.
  6. Atasan : Pengaruh atasan ini yang penting, karena jika atasannya galak, bisa jadi bawahan akan merasa tidak nyaman.
  7. Cari suasana baru : Yup, masih muda jangan sampai mempunyai kehidupan yang super monoton.
  8. Ingin Buka Usaha Sendiri : Haha, gue banget. Udah taulah kalau yang kayak gini. Ingin membangun usaha sendiri, walaupun resiko gagal juga sangat tinggi.

Sebenarnya masih banyak sekali alasan untuk resign. Berikut ini saya beri cuplikan pembicaraan seorang manajer dan seorang lulusan IT bernama Prayitno, S.Kom yang ingin resign karena mendapatkan pekerjaan baru yang menurutnya dianggap lebih baik dari pekerjaannya yang sekarang.

Sebelum prayitno meninggalkan perusahaannya yang lama, terjadilah perbincangan antara prayitno dengan manajernya. P : Prayitno, dan M : Manajer ketika prayitno menyerahkan surat pengunduran dirinya.

M = Prayitno, kamu mau resign? dimana moralitas kamu?
P = moralitas saya ikut berlari bersama moralitas perusahaan, yg nyuruh karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah sampe sakit tapi tunjangan kesehatan gak full.

M = sebenernya mau kamu apa? dimana-mana kerja itu sama. Saya udah menjalani 2 company sebelum ini.
P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak, wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho…. ya saya pilih yg rewardnya lebih to pak..

M = yg bener itu kerja bener dulu, baru naik gaji, bukan gaji naik dulu, baru kerja bener.
P = kerjanya sama2 bener kok pak tapi yg satu ngasih gaji lebih tinggi, ya saya pilih yg lebih tho pak.

M = kenapa kamu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward, kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalo kamu tetap bertahan di sini..
P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu sekarang?

M = tapi sayang sekali, saya pandang kamu yg paling berpotensi diantara yg lain..
P = bapak udah ngomong gitu ke semua karyawan yg resign sebelum saya..

M = Tidak, ini serius, kamu memiliki potensi besar, disini kamu bisa sukses! daripada kamu memulai lagi dari bawah di company lain yg belum ketauan nanti disana kamu bakal sukses atau gak..
P = disini juga sama aja saya belum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok, sapa yang tau. Sama2 gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik donk pak……

M = maksud kamu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya..
P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang segitu untuk mempertahankan eksistensi karyawan..

M = Kita kan tidak hanya mengejar uang. Kalau orientasi kamu hanya uang, kamu hanya mengejar “live”. No difference with kambing, Bekerja hanya untuk bertahan hidup, Kamu itu orang berpendidikan, lulusan IT!!!! harus berorientasi pada yg lebih mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri..
P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari orientasi “live” kalau tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa sekarang ada company yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang “live exixtency”. So, boleh donk saya ambil untuk menaikkan derajat pekerjaan saya..

M = Prayitno…. kalau kamu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2…. selalu ada yg lebih baik. Saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu..
P = emang gak bakal abis pak…. karena itu, ngapain saya abisin disini? Mending saya terus2an dapet yg lebih baik sampai berhenti karena cape. Lagian Bapak juga nyatanya bisa berhenti kan ?

M = inilah yg membuat bangsa kita gak maju2.  Orang jepang maju karena responsibility..tapi dimana responsibility kamu?
P = responsibility itu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan uang masuk ke kantong pemilik saham. Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling utama? Keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.

M = kamu itu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan..
P = saya sudah diterima di perusahaan yang lebih baik Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Kalau nggak saya ambil, itu yg namanya nggak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kita. Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign..

M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!!

  1. Juni 14, 2010 pukul 1:55 am

    hahahahaha..
    btw, ada rencana mau resign bro?

    • Juni 14, 2010 pukul 2:02 am

      engga.. itu sekedar menganalisa kok.. dan kebetulan di kaskus ada contoh percakapannya, ku edit dikit untuk penyesuaian..

  2. Wilbert Liu
    Juni 14, 2010 pukul 8:45 am

    Nice article gan! wakakakaka..
    Btw, manager e koq njelei banget to? wakakakaka..

    • Juni 14, 2010 pukul 8:52 am

      lha manajere njaluk ditutuki.. wkwkwk..😀

      biasane mereka baru akan memperhatikan karyawannya ketika mereka tau kalau karyawannya ingin meninggalkan pekerjaan.. pas hari2 biasa, yo dibiarin gitu, dipandang sebelah mata..

  3. Juni 14, 2010 pukul 8:54 am

    wakakakaka….
    nek kk aliong gak mungkin resign, kan punya “responsibility” tinggi..😀

    • Juni 14, 2010 pukul 8:56 am

      edian.. bahasane kk ivan, emang bahasa dewa tenan.. ampun saya kk, ampun..

      • Juni 14, 2010 pukul 9:01 am

        kalau aku diposisi diatas, aku pasti akan seperti prayitno.. hahhahahaha….

        buat apa berbakti kalau ditekan.. hahahahha…

        *padahal bahasane biasa wae ga enek apa2ne.. hahahahha..

      • Juni 14, 2010 pukul 9:06 am

        wakakaka.. masa sih kk ivan begitu, kk ivan kan memiliki ‘responsibility’ yang jauh lebih tinggi dari ‘responsibility’ yang kumiliki..

        *intinya, karyawan berhak untuk menentukan perusahaan mana yang dia rasa tepat bagi dia..

  4. xand3r
    Juni 14, 2010 pukul 1:50 pm

    masih muda wan.. jalan kita masih panjang.. hohoho..

    • Juni 15, 2010 pukul 5:09 am

      maksude pie?? kowe setuju karo prayitno po karo bose ??

  5. cia2
    Juni 15, 2010 pukul 1:39 am

    laik dis bgt.. ^^ bnr2 sesuai m kondisi yang sebenarnya..

    • Juni 15, 2010 pukul 5:10 am

      lha pie?? kw arep resign cik??

  6. Junadi "Adjie"
    Juni 16, 2010 pukul 3:49 pm

    Serasa bangun tidur dari mimpi…yang lama.

    • Juni 16, 2010 pukul 5:01 pm

      wah dulu pernah ngalami ya bro? bisa sharing dikit..

  7. Joni
    Juni 22, 2010 pukul 12:59 pm

    Nice post wan.hehehe.kok mirip yach dengan yang kualamin.hehehe.

    • Juni 22, 2010 pukul 3:23 pm

      Lho kan emang terinspirasi olehmu ko..😀

  8. November 18, 2011 pukul 1:13 pm

    haha Jago ngeles nich..hehehe
    Menaik sekali..:)

  9. Juli 28, 2015 pukul 3:58 am

    keren mas bro… suka…. tapi apa iya berani se-vokal itu? hahahah…

  1. April 26, 2013 pukul 6:15 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: