Arsip

Archive for Juli, 2009

My First Online experience Perkenalan …

My First Online experience

Perkenalan pertama dengan internet itu kuawali ketika aku masih SMA.

Saat itu aku dan beberapa orang temanku sedang mengikuti suatu lomba di kota Jepara, kebetulan pulang dari lomba, kami diajak makan oleh guru yang mengantar kami, dan sebelum kembali ke sekolah, guru kami mengatakan ingin mengecek email terlebih dahulu di warnet (kebetulan, di sekitar sekolah kami tidak ada warnet, kalaupun ada itu jaraknya jauh dan kecepatannya lambat)

Bersama guruku, aku seorang yang diajak masuk ke dalam bilik, dia lalu memasukkan namanya di billing dan kemudian membuka program (yang belakangan, aku tau itu adalah browser), dan memperlihatkannya padaku cara membuka email dan lain-lain. Karena aku sudah mengikuti pelatihan microsoft word yang diadakan di sekolah, aku tidak begitu buta menggunakan komputer.

Kemudian, aku keluar dari ruangan itu, dan menyewa satu bilik agar bisa berinternet. Dengan percaya diri, aku mengajak kedua orang temanku untuk ikut masuk ke dalam bilik agar melihat kalau aku bisa menggunakan internet.

Setelah masuk, aku dihadapkan oleh billing warnet, tanpa ragu, aku tulis namaku “setiawan” lalu Enter. Yup, desktoppun terbuka, pemandangan yang sama aku liat ketika aku sedang mengikuti pelatihan microsoft word di sekolah. hmm, dengan percaya diri, aku buka program yang persis sama dengan guruku tadi buka yaitu Internet Explorer.

Yummie.. Aku sudah masuk ke dunia internet, dan bangganya, aku menjadi orang terpandai di dalam ruangan itu, karena kedua orang temanku tidak mengerti apa-apa dengan internet. Kemudian aku jelaskan ke mereka, internet ini bisa menyimpan pesan seperti SMS (maksudku email, tapi itulah yang ada di pikiranku saat itu), mereka mendengarkanku dengan mengangguk-angguk. Lalu aku mulai kebingungan karena saat ingin mendemokan membuka email, aku lupa bagaimana masuk ke dalam situs itu. Yang aku tau, tadi guruku sudah disediakan textbox untuk mengisi sesuatu, sedangkan di hadapanku hanya ada news-news luar negeri (belakangan, baru kuketahui itu adalah default home dari browser).

Selama beberapa menit, aku mencoba mengingat-ingat apakah ada langkah yang kulewati sehingga di hadapanku tidak muncul textbox tersebut, kedua orang temanku terus bertanya, “abis ini gimana wan??”

Aku sudah benar-benar lupa dan malu dengan temanku jika harus bertanya guruku, maka aku bilang kepada mereka, “kayaknya yang bisa buat buka email cuma komputer disana deh, disini ga ada programnya.”

Aku langsung keluar dari bilik (tanpa klik stop pada billing), dan membayar ke warnet sejumlah uang hanya untuk membuka default home browser dan bercerita mengenai apa itu email (seperti SMS)..

Iklan