Beranda > Kebijaksanaan > Bijaksanalah..

Bijaksanalah..

Ini adalah sebuah cerita sederhana, yang dapat kita ambil manfaatnya. Ada seorang laki-laki bernama Rey, dia adalah seorang anak orang kaya di kota dimana dia tinggal. Meskipun dia anak orang kaya, namun dia tidak sombong, malah dia baik hati. Dia suka membantu teman-temannya yang membutuhkan bantuan.

Sikap baiknya itu membuat Joe teman kuliahnya merasa iri, dengan berbagai cara dia ingin teman-teman kuliah yang lain membencinya. Dia menyuruh Santi, teman dekatnya untuk memfitnah Rey dengan mengaku bahwa dia telah dihamili Rey. Santi menyetujui niat Joe dengan imbalan uang.

Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, Santi memfitnah Rey di depan teman-teman yang lain, sehingga banyak teman Rey yang berlaku sinis kepadanya. Kekhawatiran ini membuat salah seorang Dosen beritndak, dan segera melakukan konfirmasi.

Rey yang dituduh telah memperkosa Santi, akhirnya dipertemukan dengan Santi di depan teman-teman yang lain di suatu ruangan tertutup. Saat diberitahu bahwa ada kabar yang menyebutkan bahwa Rey telah memperkosa Santi, Rey hanya menjawab, “Ouw Begitu…” dengan perasaan tenang.

Melihat respon tersebut, teman-teman Rey bingung, apa maksudnya?? Namun, akhirnya dengan provokasi Joe, teman-teman yang lain menuding bahwa Rey tidak mau bertanggung jawab. Sehingga mereka menuntut Rey untuk menikahi Santi. Mendengar hal tersebut, Rey hanya mengatakan “Ouw Begitu… Baiklah..”

Joe tertawa puas melihat teman-teman yang lain telah memandang Rey dengan pandangan sinis. Namun Rey tetap tenang saja. Hingga ditetapkan hari pernikahan mereka (pernikahan direncanakan dalam suasana tertutup).

Setelah dituduh oleh Santi, sikap Rey terhadap Santi tidak berubah. Pernah suatu hari Santi sedang terjebak dalam kebakaran di rumah neneknya (satu-satunya family Santi yang masih hidup), Rey tanpa pikir panjang, menyelematkan Santi dan neneknya. Santi hanya terdiam, sesaat mengucapkan terima kasih.

Pada malam hari sebelum, hari pernikahan mereka, tiba-tiba ada sebuah sms yang dikirimkan kepada teman-teman kuliah oleh seorang yang tidak dikenal, untuk berkumpul di suatu tempat tertentu (termasuk Rey dan Joe). Ternyata sms itu dari Santi. Setelah berkumpul, akhirnya Santi mengatakan hal yang sebenarnya, bahwa Joe lah yang menyuruhnya untuk memfitnah Rey. Mendengar hal itu, Rey tidak marah, dia hanya mengatakan “Ouw Begitu..”

Mendengar jawaban yang sama, teman-teman Rey menanyakan kenapa Rey selalu menjawab seperti itu, Rey hanya bilang, “Ya, memang seperti itukan yang aku dengar. Selama aku percaya bahwa aku tidak melakukan kesalahan, aku akan tetap tenang, karena aku percaya akan Kasih Tuhan.”

Kategori:Kebijaksanaan
  1. Dian
    Maret 26, 2009 pukul 9:31 pm

    haha, ouw begitu???
    kata2 yg simple, tapi kalo kita lagi ngerasain kayak Rey
    sungguh berat untuk diucapkan >.<

    nice2, postingan yg simple,
    tapi penuh dengan kata² yang tersirat ^^

  2. Setiawan
    Maret 27, 2009 pukul 10:01 pm

    Memang susah untuk diaplikasikan ke kehidupan sehari2, tapi saya rasa kita dapat ambil pelajaran dari cerita di atas.

    thanks buat kk Dian..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: