Ada banyak hal yang membuat kita (karyawan) memutuskan untuk resign (berhenti dari pekerjaan). Apakah salah jika kita harus resign? Apakah itu melanggar etika?
Kenyataannya, hampir semua karyawan yang menginginkan resign, terkena dilema. Entah merasa tidak enak dengan atasannya, ataupun karena sudah merasa nyaman dengan pekerjaannya saat ini sehingga, ada rasa khawatir untuk pindah ke pekerjaan baru.
Menurut saya, resign itu adalah hak karyawan, jadi perusahaan juga tidak mempunyai hak untuk tetap mempertahankan karyawannya, kecuali ada kasus-kasus tertentu, seperti telah kontrak selama 2 tahun, atau karena tanggung jawabnya belum selesai, dan lain sebagainya.
Berikut adalah alasan resign yang sering dikemukakan oleh karyawan :
- Salary : Ini adalah alasan utama, orang ingin resign.
- Fasilitas : Fasilitas juga penting, misalnya jika seorang karyawan IT, berilah fasilitas internet yang memadai. Contohnya sekarang ini, banyak programming yang membutuhkan internet untuk pemecahannya daripada harus membeli buku.
- Keluarga : Alasan ini juga sering muncul, misal karena keluarga jauh, dan ingin dekat bersama keluarga.
- Lingkungan Kerja : Semakin lingkungan kerjanya tidak nyaman, maka alasan untuk resign semakin tinggi.
- Pekerjaan itu sendiri : Pekerjaan yang berat atau malah terlalu ringan, juga membuat orang ingin keluar. Jika pekerjaan berat, dia akan stress karena susah untuk menyelesaikannya, namun jika pekerjaannya terlalu ringan, dia juga akan bosan.
- Atasan : Pengaruh atasan ini yang penting, karena jika atasannya galak, bisa jadi bawahan akan merasa tidak nyaman.
- Cari suasana baru : Yup, masih muda jangan sampai mempunyai kehidupan yang super monoton.
- Ingin Buka Usaha Sendiri : Haha, gue banget. Udah taulah kalau yang kayak gini. Ingin membangun usaha sendiri, walaupun resiko gagal juga sangat tinggi.
Sebenarnya masih banyak sekali alasan untuk resign. Berikut ini saya beri cuplikan pembicaraan seorang manajer dan seorang lulusan IT bernama Prayitno, S.Kom yang ingin resign karena mendapatkan pekerjaan baru yang menurutnya dianggap lebih baik dari pekerjaannya yang sekarang.
Sebelum prayitno meninggalkan perusahaannya yang lama, terjadilah perbincangan antara prayitno dengan manajernya. P : Prayitno, dan M : Manajer ketika prayitno menyerahkan surat pengunduran dirinya.
M = Prayitno, kamu mau resign? dimana moralitas kamu?
P = moralitas saya ikut berlari bersama moralitas perusahaan, yg nyuruh karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah sampe sakit tapi tunjangan kesehatan gak full. Read more…
Komentar Terakhir