Pagi ini aku mendapat sebuah kabar gembira dari seorang teman baik. Dia akan menikah.
Dia bukan hanya teman bagiku, tapi lebih dari itu, seseorang yang pernah aku suka.
“Are you serious?” itulah kata2 pertama yang kutulis.
Aku hanya ingin mengucapkan Selamat.
Sebuah Catatan Kecil oleh Teman
Catatan Diary ku : 06 April 2009
Demikianlah yang kudengar, suatu hari aku menelpon salah seorang sahabat lamaku, sekarang dia kuliah pada jurusan teknik informatika di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Jakarta. Hmm, sebuah obrolan lama yang mengasyikkan, aku lupa berapa lama kami mengobrol..
Dari pembicaraan kami, aku terharu melihat perjuangan hidupnya. Dia adalah seseorang yang mempunyai semangat yang tinggi. Aku sempat terkejut ketika dia menceritakan sesuatu padaku. Keluarganya sedang mengalami masalah ekonomi. Dia sekarang kuliah dengan biaya hidup sendiri. Di pagi hari dia kuliah, siang hari dia harus memberi les untuk anak2 SMP yang berada di sekitar kosnya, dan malam hari dia harus berdiri 6 jam untuk menjaga sebuah toko.
Bahkan aku terharu dan tak kuasa meneteskan air mata. Dia orang yang sederhana, dia tidak pernah memikirkan kehidupan ini dengan “muluk-muluk”, dia tidak memikirkan gadget apa yang harus dia miliki, dia tidak memikirkan apakah HPnya berkamera megapixel, apakah ada musik player yang selalu mengalung di lehernya dengan kualitas bass yang mantap, bahkan diapun tak berani berkhayal untuk berlibur ke bali sekedar mengisi liburan.. Read more…
Kamu penggemar Sheila On 7? Ya, aku juga.
Tunggu aku di Jakarta, sebuah lagu dari album kedua Sheila On 7 yang bertajuk Kisah Klasik untuk Masa Depan ini akhir2 ini sering terdengar di sudut kamar kos di sebuah kota kecil dekat dengan Jogja. Coba tebak, siapa orang yang sering memutar lagu itu? Ya, tebakan kalian benar. Orang itu adalah aku. 
Aku, jujur saja, awalnya tidak terlalu suka dengan lagu Tunggu Aku di Jakarta ini, aku lebih suka dengan lagu2 ngebeat Sheila On 7 seperti Sahabat Sejati, Seberapa Pantas dsb. Lagu ini seperti lagu numpang lewat ketika aku menyalakan winamp dengan mode shuffle. Tanpa kesan, just listening. 
Sampai suatu hari . . . Aku merasa menemui titik balik dalam hidupku, ada seseorang yang mampu merubah pandanganku terhadap lagu ini. Lama2 aku mulai menikmati lirik demi lirik di lagu ini. Dan semakin hari, lirik2nya menjadi semakin nyata terjadi dalam kehidupanku, detail lagu tersebut semakin mengena di hatiku, videonyapun yang langsung kucari di Youtube, semakin menjadikan lagu ini sebagai soundtrack kehidupanku.
Kisah itu berawal pada tanggal 29 Juni 2010, ketika aku pertama kali bertemu dengan seseorang wanita, yang tak ku mengerti dan tanpa kusadari, sekarang telah menjadi bagian penting di dalam kehidupanku. Read more…
Masa2 tanpa dosa, katanya. Hiyaaat. *tendangan kotaro minami* Tiba2 aja pengen balik ke masa2 itu, masa2 di SD Pusaka (sekolah terangker di Welahan, ruangan2 misterius, bekas2 kuburan yang ada di gang, hiiiiie serem). Meskipun sekarang, bangunan sekolah itu uda ga dijadikan sekolah lagi, tapi aku masih ingat dengan jelas, rupa bangunan tersebut waktu itu. *kira2 uda berapa tahun ya, hmmm..*
Masa2 aku masih imut *sekarang uda ga imut lagi kayaknya, ciakakaka…* bareng ma temen2 yang sinting2 smua. 1 kelas cuma 5 orang, gubraakkkk.. ni sekolah pa privat ya? Read more…
Categories: Memory
Tag:aliong, chinese welahan, hian thian siang tee welahan, jepara, kehidupan aliong, kehidupan setiawan, kehidupan setiawan aliong, klenteng pusaka welahan, klenteng welahan, pusaka welahan, sd pusaka, sd pusaka welahan, sd pusaka welahan gang klenteng, sd swasta welahan, sd welahan, sds pusaka, sds pusaka welahan, setiawan, smp pusaka, thhk, tionghoa welahan, tk pusaka, welahan, welahan jepara, welahan jepara sd, yayasan pusaka, yayasan pusaka welahan, yayasan welahan
Komentar Terakhir