Arsip

Archive for the ‘Lounge’ Category

Peraturan Lalu “Lalang” Lintas di Ibukota Jakarta

Halo guys, salam hangat dari gue Setiawan Aliong. Nyang ude pada di Jakarta, pasti ngerti deh ama apa yang bakal gue paparin di sini, yaitu lalu ‘lalang’ lintas di ibukota Jakarta. Kalau elu2 pade uda pada ngerti aturan rambu2 lalu lintas yang bener, nih gue kasi peraturan yang ada di Jakarta, elu bole ikutin, engga juga ga ape2.

Ceritanye gini nih, gue pan anak kampung yang merantau nyari sesuap oatmeal (gue lagi diet, jadi kaga makan yang namanya nasi) di Jakarte, ya ileh, biar kampung gue mah ngikut2 logat betawi getoo.. Gue uda di Jakarta sekitar 5 bulan, dan gue udah mempelajari, menganalisa, dan akan memaparkan secara gamblang aturan main tata tertib tentang lalu ‘lalang’ lintas di Jakarta. Karena gue biker, gue bakal kasi aturan mainnye cara naek motor yang ‘bener’ di Jakarta.

Aturan Main Lalu ‘Lalang’ Lintas di Jakarta :

1. Di persimpangan lampu merah, kata2 berhenti di belakang baris itu hanya berlaku untuk yang ga dapet kebagian yang paling depan, kalau lu paling depan dan tetep bijak dengan tidak bergeming dan terus berhenti di belakang garis, siap2 aja lu pake headset sennheiser mega trully bass, karena bakal banyak yg klaksonin elu suruh maju. Pilih mana? budeg karena musik yang keras atau karena suara klakson? itu pilihan anda. Itu kalau elu beruntung ye, kalau kaga, lu bakal diamukin sama orang2 di belakang elu karena elu ga maju2 dan ngalangin mereka. Jadi, kepatuhan elu harus elu tinggalkan demi nyawa elu sendiri. Gue akuin emang susah buat ga ngelanggar rambu lalu lintas di Jakarta.

2. Lampu merah menunjukkan angka 10 itu berarti elu uda bisa jalan (baca : harus jalan), sama kek tadi, kalau elu ga jalan, dan ngalangin motor2 di belakang elu, mampus dah dijamin, belum pernah ngerasain motor elu Read more…

Butuh Pengisi Acara? Tentang IT, Life Trauma, Motivasi? Call Me

April 14, 2012 1 komentar

Sebagai blogger lulusan IT yang doyan dengan teknologi, saya biasanya mengikuti perkembangan teknologi, terutama tentang gadget, mobile operating system, seperti android, iOS, windows phone dsb. Selain IT, berawal dari sering dicurhatin ma temen2, saya jadi merasa punya banyak segudang contoh2 masalah, dan how to solve it, at least tau bagaimana harus mengambil sikap, mulai deh belajar tentang life, tentang motivasi, mulai coba ngomong di depan temen2 yang lagi ngumpul, di forum kecil di kantor, saya mulai menyukai belajar tentang hal2 inovatif seperti ini.

Saya berniat untuk tetep sharing with other people, jadi kalau temen2 ada yang butuh buat isi acara, jangan yang gede2, cukup forum2 kecil aja, saya siap untuk jadi pembicara isi acara, mau di sekolah2 juga boleh, kalau untuk IT, saya ga terlalu expert sih, cuma ya lumayan lah, tapi lebih prefer ke life trauma, motivasi. Kalau ada yang mau tanya2 tentang life juga boleh silahkan.

Hubungi saya aja 08995127045, soal fee ga usah dipikirin, saya free juga ok kok. Posisi saya di Jakarta ya, tepatnya di Jakarta Barat. :)

Tes Logika 9

Maret 28, 2012 2 komentar

Sebenernya ini tes logika yang paling gampang banget, ya bolehlah buat iseng2, silahkan dijawab aja

Jika, 5+3+2=151022 Read more…

Perjalanan Jakarta – Jepara 24 Desember 2011 via Jalur Darat

Desember 24, 2011 2 komentar

Hari ini 24 Desember 2011, aku pulang dr Jakarta menuju Welahan-Jepara menggunakan bis. Maklumlah penghematan. :p

Aku pulang bareng Vena (adik kelasku waktu SMA), kebetulan dia juga di Jakarta dan mau pulang natal. Yauda bareng deh, semua tiket yg ngurusin dia. Harga tiket bus Jakarta – Jepara 145ribu.

Kami janji bertemu jam 14.30 di halte Citraland untuk menuju ke pool nya Nusantara deket Jelambar. Padahal di tiket kami tertulis jam 16.30 baru berangkat. Yup kami ga mau ketinggalan bis dong.

Sesampainya di pool, langsung konfirmasi dg mbaknya di Nusantara, terus disuruh nunggu di ruang tunggu. Hmm karena aku belum makan siang, di sebelah ada restoran soto, oke lah aku mau mencicipi. Kami akhirnya makan di soto itu.

Masakannya lumayan enak sih, aku pesen nasi 1/2 porsi + tahu telor + perkedel + es klapa muda jeruk. Sedangkan vena ga makan, dia hanya minum es klapa muda jeruk. Berdua hanya habis 38500.

Ok kenyang. Next ke ruang tunggu lagi, nunggu bis. Bahkan sampai jam set 5 blm juga datang. Kami terus menunggu. Akhirnya bis datang jam 5. Kamipun langsung masuk.

Sesampainya di bis, kami langsung disuguhi lagu dangdut yg dibawakan orkes2.

Categories: Curhat Gue Tag:, ,

Kasmaran Yuh

Oktober 19, 2011 Tinggalkan Komentar

Setelah hampir 2 bulan ga ngeblog, karena kesibukan duniawi sibukYa begitulah, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Ngerjain ini, ngerjain itu, sampe bener2 ga keurus nih blog, paling buka, cuma balesin komen visitor doang. Sebenernya tangan sih udah gatel banget pengen nulis. Hehehe..

Kali ini, dengan semangat menulis yang menggelegar, Setiawan Aliong is back.  back Kuluangkan waktu deh buat nulis sebuah artikel. Semoga dalam waktu dekat, bisa nambah lagi artikel2 saya.

Hmm, uda semangat nulis, tapi pertanyaan berikutnya , mau nulis tentang apa?bingung coba aku pikirkan dulu. apa ya? Tentang pernikahan putri sultan di Jogja, hmm keknya uda banyak yang bahas. So? Apaan yah? Tentang kabinet menteri yang baru? Hah? Aku ga gitu ngerti tentang topik politik itu.. Apa ga usah nulis aja ya?keren*kelamaan mikir*

Jreng jreng jreng.. Tiba2 ada ide, gimana kalau kita bahas tentang kasmaran aja.. Topik yang ga pernah usang keknya.. Ok, langsung kita intermezo in aja dah daripada kalian ngantuk bacanya.. Gimana sih awalnya proses kasmaran? Dari mana awalnya? Dari kalian pertama kali jabat tangan? Atau dari kalian ga sengaja ketemu di antrian bank buat nyetor uang seratus ribu perak? Atau dari kalian lahir bareng, terus tertukar? *sinetron banget*tuing Read more…

Ayam atau Bebek? – Cacing dan Kotoran kesayangannya

Agustus 11, 2011 Tinggalkan Komentar

Cerita ini diambil dalam buku Cacing dan Kotoran kesayangannya (Ajahn Brahm), aku hanya ambil yang paling aku suka, yaitu Ayam atau Bebek.
Begini ceritanya, sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan
pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam.
Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka
mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”

“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti suara ayam.”

“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.

“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.

“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’, bebek itu ‘kuek! kuek!’ Itu
bebek, Sayang,” kata si suami dgn disertai gejala-gejala awal
kejengkelan.

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.

“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.

“Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari
menghentakkan kaki.

“Dengar ya! Itu a? da? lah? be? bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?” si
suami berkata dengan gusar.

“Tapi itu ayam,” masih saja si istri bersikeras.

“Itu jelas-jelas bue? bek, kamu? kamu?.”

Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami mengatakan sesuatu
yang sebaiknya tak dikatakannya.

Si istri sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam?.”

Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya,
dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya
dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara
ayam kok.”

“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

“Kuek! Ku ek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan
bersama dalam cinta.

Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang
peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka,
yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.
Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau bebek”?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi
prioritas kita. Banyak hal jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang
benar tentang apakah itu ayam atau bebek
. Lagi pula, betapa sering kita
merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan
ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang
direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek !

Aku Sangat Salut denganmu Sahabat

Juli 27, 2011 3 komentar

Catatan Diary ku : 06 April 2009

Demikianlah yang kudengar, suatu hari aku menelpon salah seorang sahabat lamaku, sekarang dia kuliah pada jurusan teknik informatika di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Jakarta. Hmm, sebuah obrolan lama yang mengasyikkan, aku lupa berapa lama kami mengobrol..

Dari pembicaraan kami, aku terharu melihat perjuangan hidupnya. Dia adalah seseorang yang mempunyai semangat yang tinggi. Aku sempat terkejut ketika dia menceritakan sesuatu padaku. Keluarganya sedang mengalami masalah ekonomi. Dia sekarang kuliah dengan biaya hidup sendiri. Di pagi hari dia kuliah, siang hari dia harus memberi les untuk anak2 SMP yang berada di sekitar kosnya, dan malam hari dia harus berdiri 6 jam untuk menjaga sebuah toko.

Bahkan aku terharu dan tak kuasa meneteskan air mata. Dia orang yang sederhana, dia tidak pernah memikirkan kehidupan ini dengan “muluk-muluk”, dia tidak memikirkan gadget apa yang harus dia miliki, dia tidak memikirkan apakah HPnya berkamera megapixel, apakah ada musik player yang selalu mengalung di lehernya dengan kualitas bass yang mantap, bahkan diapun tak berani berkhayal untuk berlibur ke bali sekedar mengisi liburan.. Read more…

Jawaban Tes Logika 8

Pertanyaan : Mengapa hal itu bisa terjadi? Read more…

Tunggu Aku Di Jakarta – Baru Terasa, Sungguh Jahatnya ‘Jarak’

Kamu penggemar Sheila On 7? Ya, aku juga.

Tunggu aku di Jakarta, sebuah lagu dari album kedua Sheila On 7 yang bertajuk Kisah Klasik untuk Masa Depan ini akhir2 ini sering terdengar di sudut kamar kos di sebuah kota kecil dekat dengan Jogja. Coba tebak, siapa orang yang sering memutar lagu itu? Ya, tebakan kalian benar. Orang itu adalah aku. aku

Aku, jujur saja, awalnya tidak terlalu suka dengan lagu Tunggu Aku di Jakarta ini, aku lebih suka dengan lagu2 ngebeat Sheila On 7 seperti Sahabat Sejati, Seberapa Pantas dsb. Lagu ini seperti lagu numpang lewat ketika aku menyalakan winamp dengan mode shuffle. Tanpa kesan, just listening. musik

Sampai suatu hari . . . Aku merasa menemui titik balik dalam hidupku, ada seseorang yang mampu merubah pandanganku terhadap lagu ini. Lama2 aku mulai menikmati lirik demi lirik di lagu ini. Dan semakin hari, lirik2nya menjadi semakin nyata terjadi dalam kehidupanku, detail lagu tersebut semakin mengena di hatiku, videonyapun yang langsung kucari di Youtube, semakin menjadikan lagu ini sebagai soundtrack kehidupanku.

Kisah itu berawal pada tanggal 29 Juni 2010, ketika aku pertama kali bertemu dengan seseorang wanita, yang tak ku mengerti dan tanpa kusadari, sekarang telah menjadi bagian penting di dalam kehidupanku. Read more…

Jawaban Tes Logika 3

Mei 2, 2011 1 komentar

Pertanyaan : Jalan manakah Ayah pulang ke rumah?

Jawaban : Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya.