Arsip

Archive for the ‘Kebijaksanaan’ Category

Butuh Pengisi Acara? Tentang IT, Life Trauma, Motivasi? Call Me

April 14, 2012 1 komentar

Sebagai blogger lulusan IT yang doyan dengan teknologi, saya biasanya mengikuti perkembangan teknologi, terutama tentang gadget, mobile operating system, seperti android, iOS, windows phone dsb. Selain IT, berawal dari sering dicurhatin ma temen2, saya jadi merasa punya banyak segudang contoh2 masalah, dan how to solve it, at least tau bagaimana harus mengambil sikap, mulai deh belajar tentang life, tentang motivasi, mulai coba ngomong di depan temen2 yang lagi ngumpul, di forum kecil di kantor, saya mulai menyukai belajar tentang hal2 inovatif seperti ini.

Saya berniat untuk tetep sharing with other people, jadi kalau temen2 ada yang butuh buat isi acara, jangan yang gede2, cukup forum2 kecil aja, saya siap untuk jadi pembicara isi acara, mau di sekolah2 juga boleh, kalau untuk IT, saya ga terlalu expert sih, cuma ya lumayan lah, tapi lebih prefer ke life trauma, motivasi. Kalau ada yang mau tanya2 tentang life juga boleh silahkan.

Hubungi saya aja 08995127045, soal fee ga usah dipikirin, saya free juga ok kok. Posisi saya di Jakarta ya, tepatnya di Jakarta Barat. :)

Ajahn Brahm Tour d’Indonesia 2012

Maret 4, 2012 2 komentar

Ajahn BrahmNamo Buddhaya, Salam Pencerahan untuk kita semua. Senang sekali rasanya saya dapat membagikan karma baik ini. Temen2 smua, tau dong dengan buku best seller yang berjudul Cacing dan Kotoran Kesayangannya? Tau siapa yang nulis? Yup, beliau adalah Ajahn Brahm.

Sedikit biografi tentang beliau, Ajahn Brahmavamso lahir di London tahun 1951. Beliau memandang dirinya sebagai seorang Buddhis saat berusia 17 tahun lewat buku Agama Buddha yang dibacanya saat masih sekolah. Beliau tertarik pada Agama Buddha dan meditasi yang telah berkembang ketika belajar Teori Fisika di Universitas Cambridge. Setelah menyelesaikan tingkatannya dan belajar selama 1 tahun, Beliau melakukan perjalanan ke Thailand untuk menjadi bhikkhu. Beliau ditahbiskan di Bangkok saat berusia 23 tahun oleh kepala biara Wat Saket dan selanjutnya menghabiskan 9 tahun untuk belajar serta berlatih Tradisi Meditasi Hutan dari Y.M. Ajahn Chah. Pada tahun 1983, beliau diminta untuk membantu mendirikan Biara Hutan dekat Perth, Australia Barat. Ajahn Brahm sekarang adalah kepala biara Bodhinyana dan direktur kerohanian pada Perkumpulan Buddhis Australia Barat.

Nah, beliau ini selain seorang Buddhis yang sedang menuju pencerahan juga memiliki keahlian dalam menyampaikan pesan2 dari Buddha Gautama lewat dalam sebuah cerita, postur, mimik pembawaannya sangatlah bagus. Kali ini, sebagai seorang Buddhis, saya merasa perlu untuk menyampaikan kabar gembira ini. Read more…

Ayam atau Bebek? – Cacing dan Kotoran kesayangannya

Agustus 11, 2011 Tinggalkan Komentar

Cerita ini diambil dalam buku Cacing dan Kotoran kesayangannya (Ajahn Brahm), aku hanya ambil yang paling aku suka, yaitu Ayam atau Bebek.
Begini ceritanya, sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan
pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam.
Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka
mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”

“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti suara ayam.”

“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.

“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.

“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’, bebek itu ‘kuek! kuek!’ Itu
bebek, Sayang,” kata si suami dgn disertai gejala-gejala awal
kejengkelan.

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.

“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.

“Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari
menghentakkan kaki.

“Dengar ya! Itu a? da? lah? be? bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?” si
suami berkata dengan gusar.

“Tapi itu ayam,” masih saja si istri bersikeras.

“Itu jelas-jelas bue? bek, kamu? kamu?.”

Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami mengatakan sesuatu
yang sebaiknya tak dikatakannya.

Si istri sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam?.”

Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya,
dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya
dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara
ayam kok.”

“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

“Kuek! Ku ek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan
bersama dalam cinta.

Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang
peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka,
yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.
Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau bebek”?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi
prioritas kita. Banyak hal jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang
benar tentang apakah itu ayam atau bebek
. Lagi pula, betapa sering kita
merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan
ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang
direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek !

Aku Sangat Salut denganmu Sahabat

Juli 27, 2011 3 komentar

Catatan Diary ku : 06 April 2009

Demikianlah yang kudengar, suatu hari aku menelpon salah seorang sahabat lamaku, sekarang dia kuliah pada jurusan teknik informatika di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Jakarta. Hmm, sebuah obrolan lama yang mengasyikkan, aku lupa berapa lama kami mengobrol..

Dari pembicaraan kami, aku terharu melihat perjuangan hidupnya. Dia adalah seseorang yang mempunyai semangat yang tinggi. Aku sempat terkejut ketika dia menceritakan sesuatu padaku. Keluarganya sedang mengalami masalah ekonomi. Dia sekarang kuliah dengan biaya hidup sendiri. Di pagi hari dia kuliah, siang hari dia harus memberi les untuk anak2 SMP yang berada di sekitar kosnya, dan malam hari dia harus berdiri 6 jam untuk menjaga sebuah toko.

Bahkan aku terharu dan tak kuasa meneteskan air mata. Dia orang yang sederhana, dia tidak pernah memikirkan kehidupan ini dengan “muluk-muluk”, dia tidak memikirkan gadget apa yang harus dia miliki, dia tidak memikirkan apakah HPnya berkamera megapixel, apakah ada musik player yang selalu mengalung di lehernya dengan kualitas bass yang mantap, bahkan diapun tak berani berkhayal untuk berlibur ke bali sekedar mengisi liburan.. Read more…

Pelajaran Film 3 Idiot

Maret 20, 2011 Tinggalkan Komentar

Bagi yang selama ini memandang sebelah mata film2 india, nampaknya harus nonton film yang satu ini dulu, biar ga terperangkap dalam pikiran kalau film india itu identik dengan cewek yang joget2 di balik pohon, atau polisi yang datangnya selalu ketika sang pahlawan sudah mengalahkan penjahatnya. Tonton 3 Idiot dulu deh, baru lanjut komentarnya.fufufu Read more…

Buah Kesabaran

Februari 28, 2011 7 komentar

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yang sedang baca koran…

“Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“Aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! …

Aku capek, sangat capek …..

Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…capek

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-teman ku, sedang teman – temanku seenaknya saja bersikap kepada ku… Read more…

Perlukah Balas Dendam?

Februari 27, 2011 6 komentar

Kemarin aku kerja lembur karena mau ngejar target, pulang dari kantor udah pagi. Jam udah menunjukkan pukul 00.10. Pikiran udah stress.stress

Sesampainya di hotel, bersihin badan lalu mau tidur, kok rasanya ga bisa tidur karena pikiran masih stress. Jeng jeng. Nyalain laptop deh, lanjutin nonton The Lucky Guy pilemnya Koko Stephen Chow. Ngakak2 liat tingkah sok coolnya si koko.ngakak

Lho kok ga nyambung sama judulnya? Hahahahaha. Jadi ceritanya begini, film yang kutonton ada ceweknya namanya Candy, dia tuh yang disukai sama Sui yang diperanin si koko. Candy nih dulu pernah dikerjain sama si Sui waktu masih duduk di bangku sekolah. Nah waktu uda gede, dan ketemu lagi, dia bales gantian ngerjain si Sui. Lucu deh balas dendamnya.ngekek

Tapi itu hanya di FILM, di dunia nyata tidaklah seperti itu. Banyak kejadian balas dendam yang bertujuan tidak hanya mengerjai, tapi menjatuhkan bahkan melakukan pembunuhan karakter.bunuh Read more…

Kalau Laper ya Makan, Kalau Ngantuk ya Tidur

Januari 13, 2011 2 komentar

Bentar, mau nguap dulu karena ngantuk banget, semalem tidur jam 1an. ngantuk

Ok, sebenernya ga penting ngebahas kenapa tidur sampe malem. Bukan karena meditasi semaleman meditasitapi karena ..(ehem) Ya you know lah what i meant..malu (apaan sih?) Read more…

Being Happy is The Priority of Living

Januari 10, 2011 4 komentar

Bangun2, kakiku pegel, dibuat jalan malah sakit. 

Tapi mau ga mau harus tetep berangkat ke kantor, apalagi karena dibangunin someone, jadi ngerasa dapet semangat buat hidup.

Ok, bukan itu topik hari ini. Aku mau bahas tentang Being Happy is The Priority of Living. Why? Sebenarnya apa sih tujuan hidup kita saat ini, ingin jadi orang kaya? jadi orang terkenal kayak Om Gayus?

Boleh2 aja mau jadi seperti itu, tapi coba baca cerita ini. Pengarangnya unknown, jadi kusadur bebas aja. Bacanya dari slide show dapet download dari internet. Read more…

Reaksi Kita Menghadapi Kritik

Januari 3, 2011 2 komentar

Setiap orang normalnya senang mendapat pujian. “Wah kamu rajin sekali ke gereja..” tentu wajah kita akan berseri-seri mendengar ucapan itu. Atau saat mamah kita memuji IPK kita, “Wah IPK mu tinggi ya, anak mamah emang pandai..”

Tapi lain halnya jika kita mendapat kritikan, kita tidak mudah untuk berlapang dada.. misalnya, ada teman yang bilang, “kamu kok gak ke gereja hari ini??” atau “IPKmu kok cuma segitu”.. tentunya kita akan marah2..

Ada beberapa tanggapan dari kita jika mendapatkan kritikan (kita semua pasti akan termasuk salah satu diantaranya)

1. reaksi pertama yang paling gampang dan paling sederhana adalah bila dikritik kita berlagak pilon dan berlagak bodoh .. misalnya, ada teman yang bilang, “kamu kok gak ke gereja hari ini??”, kita akan bilang “emang ada acara apa toh hari ini??” yahh pokoknya kita akan berlagak pilon.. atau misalnya, ada teman yang bilang “IPKmu kok cuma segitu”, respon kita “IPK segitu udah bagus, tauuuuu”

2. reaksi kedua adalah bila dikritik kita marah-marah .. misalnya, ada teman yang bilang, “kamu kok gak ke gereja hari ini??”, kita akan bilang “emang apa urusanmu, terserah aku dong mau ke gerjea atau nggak” yahh pokoknya kita akan marah-marah sehingga pengkritik kita diam ^_^.. atau misalnya, ada teman yang bilang “IPKmu kok cuma segitu”, respon kita “Eh jangan sok tau ya, papaku bilang IPK segini sudah bagus”
Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya.