Beranda > Curhat Gue, Kebijaksanaan, Kehidupan, Memory, Persahabatan > Aku Sangat Salut denganmu Sahabat

Aku Sangat Salut denganmu Sahabat

Catatan Diary ku : 06 April 2009

Demikianlah yang kudengar, suatu hari aku menelpon salah seorang sahabat lamaku, sekarang dia kuliah pada jurusan teknik informatika di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Jakarta. Hmm, sebuah obrolan lama yang mengasyikkan, aku lupa berapa lama kami mengobrol..

Dari pembicaraan kami, aku terharu melihat perjuangan hidupnya. Dia adalah seseorang yang mempunyai semangat yang tinggi. Aku sempat terkejut ketika dia menceritakan sesuatu padaku. Keluarganya sedang mengalami masalah ekonomi. Dia sekarang kuliah dengan biaya hidup sendiri. Di pagi hari dia kuliah, siang hari dia harus memberi les untuk anak2 SMP yang berada di sekitar kosnya, dan malam hari dia harus berdiri 6 jam untuk menjaga sebuah toko.

Bahkan aku terharu dan tak kuasa meneteskan air mata. Dia orang yang sederhana, dia tidak pernah memikirkan kehidupan ini dengan “muluk-muluk”, dia tidak memikirkan gadget apa yang harus dia miliki, dia tidak memikirkan apakah HPnya berkamera megapixel, apakah ada musik player yang selalu mengalung di lehernya dengan kualitas bass yang mantap, bahkan diapun tak berani berkhayal untuk berlibur ke bali sekedar mengisi liburan..

Setiap hari dia harus bekerja untuk membiayai kuliahnya, bahkan seringkali dia harus terbentur dengan jadwal kuliahnya yang padat, tak jarang dia kurang tidur untuk mengerjakan tugas2 kuliahnya, “tugas OOP java” katanya.. Namun, IPKnya tak pernah kurang dari 3,5..

Dia harus mengirit biaya hidupnya, pagi dia hanya minum susu, sedangkan siang dia hanya makan ala kadarnya, untuk malam dia tak perlu khawatir, di toko dimana dia bekerja telah memberinya jatah makan..

Aku malu pada diriku sendiri.. saat dia terus bekerja, aku malah sibuk memikirkan kapan aku berlibur ke bali, kapan aku punya HP berkamera 5 megapixel, kapan aku dapat karet headset buat HPku ini yang hilang waktu survey KKN, kapan kapan dan kapan.. Sedangkan dia menjalani hidup dengan tersenyum tanpa memikirkan kapan kapan dan kapan.. Aku mendapat banyak pelajaran dari sini..

Hanya satu yang ingin kusampaikan padanya, “Aku sangat salut denganmu sahabat..”

  1. sea..
    Agustus 8, 2011 pada 4:48 am | #1

    hmmmmmm…

  2. sea..
    Agustus 8, 2011 pada 4:48 am | #2

    hmmmmmm…jdi terharu saya ka.. T_T

    • Agustus 8, 2011 pada 4:53 am | #3

      wah kamu baca juga ya sea.. :)
      eh lebaran ga balek neh? hehehe..

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya.